Kepuasan Rakyat Tinggi, Prabowo Dua Periode Makin Tak Terbendung
JAKARTA - Tingkat kepuasan rakyat terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai hampir 80 persen. Dampak politiknya, dukungan untuk Prabowo menjabat dua periode pun semakin tak terbendung.
Dalam survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia (IPI), kepuasan publik atau approval rating pada Presiden Prabowo mencapai 79,9 persen. Dalam catatan IPI, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan kepuasan publik di awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004 maupun Presiden Jokowi di 2014.
Dengan kepuasan publik yang tinggi ini, dukungan agar Prabowo dua periode semakin besar. Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menyatakan, dukungan tersebut sangat wajar.
"Dukungan dua periode itu masuk akal. Sebab, kalau dilihat dari approval rating hari ini, hampir 80 persen," ucap Saan, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Wakil Ketua DPR ini menilai, kepuasan publik tersebut jelas menjadi salah satu pertimbangan banyak pihak untuk kembali mendukung Prabowo. Sebab, Prabowo terbukti disukai rakyat.
"Approval rating tinggi tentu membahagiakan semua,” imbuhnya.
Sebelumnya, dukungan Prabowo dua periode dilontarkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Dia menegaskan, PKB siap mendukung Prabowo di Pilpres 2029.
"Kita intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periodelah," ujar Imin, sapaan akrab Muhaimin, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
PAN juga menyatakan dukungan. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai, dua periode diperlukan agar seluruh program pemerintahan Prabowo dapat berkesinambungan.
"Untuk merealisasikan program-program Bapak Presiden Prabowo, lima tahun tidak cukup ya," kata Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, saat doa bersama dan pengukuhan pengurus MUI Pusat 2025-2030, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
Salah satu program unggulan Prabowo, ujar Zulhas, adalah bidang pangan yang dikoordinir olehnya sebagai Menko Pangan. Zulhas mengaku diberi tugas sangat penting oleh Presiden menyangkut hajat hidup orang banyak, yakni swasembada pangan.
"Pertanian, peternakan, nelayan, 30 persen rakyat yang paling bawah ada di sektor ini. Jadi, ini tugas sangat mulia. Tentu tidak cukup 5 tahun, Saudara-saudara sekalian," ujar mantan Ketua MPR ini.
Selanjutnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang tahun ini ditargetkan mampu menjangkau 82,9 juta orang penerima manfaat. Untuk mendukung program ini, Zulhas sedang bekerja keras mewujudkan swasembada protein.
"Kalau kemarin swasembada beras, karbohidrat, maka tahun ini kejar swasembada protein. Kita akan bangun kampung nelayan, dan lain-lain. Tentu lima tahun tidak cukup," tegasnya lagi.
Di internal Gerindra, dukungan juga menggema. Saat perayaan HUT ke-18 Gerindra, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/2/2026), para kader partai berlambang kepala burung garuda itu meneriakkan yel-yel Prabowo maju kembali di Pilpres 2029.
Teriakan yel-yel tersebut diawali oleh pidato Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani. “Kalau saya mengatakan Gerindra, jawabannya menang. Prabowo, jawabannya Presiden. Presiden, jawabannya dua periode,” seru Muzani.
“Gerindra,” teriak Muzani. “Menang!” jawab para kader. “Prabowo,” sambung Muzani. “Presiden!” sahut para kader. “Presiden,” timpal Muzani. “Dua periode!” teriak para kader.
Dalam pidatonya, Muzani memaparkan perjalanan 18 tahun Partai Gerindra serta sejumlah kebijakan kerakyatan Presiden Prabowo sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. “Usia 18 tahun tidak terbilang tua, tapi juga tidak terbilang muda,” kata Ketua MPR itu.
Sejak berdiri, lanjut Ketua MPR ini, Gerindra memiliki cita-cita agar rakyat Indonesia bisa tersenyum. “Kalau rakyat tersenyum, artinya hidupnya tenang, punya harapan dan masa depan. Ketua Umum kita menginginkan rakyat Indonesia bisa tersenyum,” tegasnya.
Merespons banyaknya dukungan Prabowo dua periode, Sekjen Partai Gerindra Sugiono mengucapkan terima kasih. "Makasih atas dukungannya. Yang saya tangkap bahwa semua ini berawal dari cita-cita yang sama, keinginan yang sama, napas yang sama," ujarnya, di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Meski begitu, Sugiono menyampaikan, Pilpres 2029 masih lama. Saat ini, Partai Gerindra masih fokus mengawal kesuksesan program-program Pemerintah ke depan. "Ini yang saya kira trajektori yang harus terus kita pelihara dan kita tingkatkan," ucapnya.
Kembali ke hasil survei IPI, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan, akan menjadi bahan evaluasi dan introspeksi. Sebab, masih ada publik yang menyatakan tidak puas, meski jumlahnya kecil.
"Walaupun cuma sekitar 2-3 persen yang tak puas, tapi itu cukup berarti dan penting bagi kami untuk intropeksi. Semua catatan itu menjadi perhatian kami, Pemerintah, perhatian Pak Prabowo, untuk perbaikan ke depan," kata Wakil Ketua DPR ini, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Sementara, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, dukungan yang disampaikan parpol-parpol sejak dini adalah strategi menunjukkan loyalitas penuh kepada Prabowo.
"Ini cara menunjukkan totalitas dukungan. Dalam politik, dukungan di awal kreditnya lebih besar dibanding dukungan di akhir," kata Adi, dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Dukungan di awal dari parpol-parpol ini, sambung Adi, mencerminkan pembacaan realistis peta politik nasional menuju Pilpres 2029. Status Prabowo sebagai petahana jelas memberikan keunggulan signifikan dibanding figur lain. Belum lagi program kerakyatan yang dalam beragam survei diapresiasi masyarakat.
"Tentu petahana sangat mudah menang melawan siapa pun di 2029. Akan sulit mencari penantang. Prabowo menjadi magnet utama bahkan ketika komposisi pasangan belum dibicarakan secara terbuka," ujarnya.
TangselCity | 19 jam yang lalu
TangselCity | 23 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu









