Alhamdulillah, Stok Beras Diproyeksi Tembus 6 Juta Ton
JAKARTA – Di tengah ancaman krisis pangan global, Indonesia justru mencatat surplus sejumlah komoditas strategis. Cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog bahkan diproyeksi menembus 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto telah swasembada sembilan komoditas pangan strategis, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan hingga April 2026, ketersediaan beras mencapai 27,55 juta ton, sementara kebutuhan 10,30 juta ton, sehingga surplus 17,24 juta ton. Stok CBP per Februari 2026 tercatat 3,3 juta ton dan diperkirakan naik menjadi 3,94 juta ton pada akhir bulan ini.
Amran menegaskan, surplus harus diikuti stabilitas harga dan distribusi yang baik, terutama menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi untuk komoditas yang belum swasembada seperti kedelai, bawang putih, dan sapi.
Direktur Operasi Bulog Andi Afdal memastikan stok beras dalam kondisi aman dan tersebar di 38 provinsi serta 497 kabupaten/kota. Pemerintah juga menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Presiden Prabowo sebelumnya menyebut cadangan beras nasional sempat mencapai 4,2 juta ton pada Juli 2025, tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah pun terus memperkuat program ketahanan dan swasembada pangan, termasuk penguatan sektor jagung dan protein hewani.
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


