DLH Fokus Zero Waste Hingga Kendali Emisi
Siapkan 10 Program Strategis 2027
SERPONG-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan arah kebijakan pembangunan lingkungan tahun 2027 dengan fokus pada pengelolaan sampah terpadu, pengendalian pencemaran, serta penguatan ruang terbuka hijau (RTH).
Hal itu dipaparkan dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun Anggaran 2026 yang mempresentasikan Rancangan Rencana Kerja DLH Tahun 2027.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Tangsel, Doni Herawan mengatakan, perencanaan 2027 dirancang untuk menjawab berbagai persoalan lingkungan perkotaan yang kian kompleks.
Doni menjelaskan, penanganan sampah tetap menjadi prioritas utama. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya di hilir, tetapi juga dari hulu.
“Optimalisasi bank sampah dan komposter akan terus kami tingkatkan. Targetnya, minimal satu bank sampah di setiap RW. Selain itu, setiap pasar tradisional wajib memiliki komposter untuk menangani sampah organik,” ujar Doni, Senin (2/3).
DLH juga menargetkan pembuatan 10 ribu hingga 20 ribu lubang biopori untuk mengurangi sampah organik rumah tangga.
Dari sisi teknologi, DLH merencanakan penerapan hydrodrive incinerator ramah lingkungan di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren.
Sementara, untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, penataan fisik akan dilakukan melalui perbaikan akses jalan, pembangunan turap atau bronjong, serta terasering guna mencegah longsor.
Mengingat kondisi TPA Cipeucang yang telah overload, pengangkutan sampah tetap dialihkan ke TPA Ciliwong, Kota Serang, dengan volume sekitar 400–500 ton per hari.
DLH juga merencanakan pembangunan fasilitas Material Recovery Facility (MRF) untuk memilah sampah sebelum ditimbun.
“Kami juga akan memperkuat kebijakan mandiri sampah bagi kawasan industri dan komersial. Mereka wajib mengelola sampahnya sendiri dan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah,” tegas Doni.
Selain sampah, DLH menargetkan peningkatan kualitas udara ambien serta penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Langkah yang ditempuh antara lain pemantauan dan pengawasan sumber emisi, pengujian emisi kendaraan, penanaman pohon, hingga pengadaan alat uji udara lingkungan sekitar.
Program Kampung Iklim dan pelaksanaan car free day juga akan terus didorong sebagai bagian dari edukasi publik terkait perubahan iklim.
“Pengendalian emisi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu perubahan perilaku masyarakat, mulai dari pengurangan plastik sekali pakai hingga tidak membakar sampah,” katanya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas air, DLH akan memperkuat pemantauan dan pengawasan kualitas air, termasuk kerja sama daerah perlintasan sungai seperti Cisadane, Pesanggrahan, dan Angke.
Industri juga diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar, serta dilakukan pengadaan alat uji kandungan logam (AAS) untuk memperkuat pengawasan.
Di sektor ruang terbuka hijau, DLH akan melakukan inventarisasi RTH publik, penyusunan dan sosialisasi SOP layanan taman. “Serta peningkatan kualitas dan fungsi taman melalui penataan vegetasi dan pemeliharaan rutin,” tambah Doni.
DLH juga mencatat adanya 16 usulan pokok pikiran (pokir) dan 126 usulan aspirasi dalam Musrenbang 2027. Hal ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan.
Menurut Doni, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. “Kami membuka layanan pengangkutan sampah, laboratorium lingkungan, pengaduan pencemaran, hingga penataan vegetasi. Ke depan, kolaborasi dengan masyarakat akan terus diperkuat agar target 2027 bisa tercapai,” pungkasnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



