SIMPELKOTA, Terobosan ASN DLH Tangsel Hadirkan Sistem Cerdas Pemantauan Sekolah
SETU — Inovasi berbasis digital kembali lahir dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Melalui inovasi bertajuk SIMPELKOTA, ASN Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Elsandy Adha M, berhasil menghadirkan sistem cerdas yang mempermudah pemantauan dan evaluasi sekolah Adiwiyata.
Atas inovasi tersebut, Elsandy diganjar penghargaan langsung oleh Wali Kota Tangsel pada momen Apel Hari Kesadaran Nasional (HKN), Senin (20/4) kemarin.
SIMPELKOTA sendiri merupakan akronim dari Sistem Pemantauan dan Evaluasi Sekolah Adiwiyata. Inovasi ini dirancang sebagai instrumen untuk memastikan implementasi Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) di sekolah berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Elsandy menjelaskan, SIMPELKOTA bekerja melalui tahapan pemantauan lapangan hingga pengolahan data secara digital. Pada tahap awal, tim DLH melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang telah meraih predikat Adiwiyata untuk menginventarisasi berbagai praktik ramah lingkungan yang diterapkan.
“Hasil inventarisasi itu kemudian kami ceklis, apakah sudah sesuai antara laporan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya kepada Tangsel Pos, Selasa (21/4).
Setelah itu, dilakukan analisis perbandingan perkembangan kualitas lingkungan dalam periode tertentu, seperti tiga bulan terakhir dengan satu bulan terakhir. Seluruh data yang terkumpul kemudian diinput ke dalam spreadsheet, dirangkum, dan selanjutnya dimasukkan ke dalam aplikasi berbasis digital.
“Dengan sistem ini, data menjadi lebih terstruktur dan mudah dibaca. Kami juga bisa melihat tren perkembangan lingkungan di sekolah secara lebih jelas,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pengembangan SIMPELKOTA memanfaatkan platform aplikasi pihak ketiga yang telah menyediakan berbagai perangkat pendukung. Proses pembuatannya pun relatif singkat, hanya memakan waktu sekitar tiga minggu.
Meski sederhana, manfaat yang dihasilkan cukup signifikan. SIMPELKOTA mampu menyediakan data komprehensif terkait implementasi program Adiwiyata, sekaligus membantu DLH dalam menilai konsistensi sekolah dalam menjalankan program tersebut.
“Melalui sistem ini, kami bisa mengetahui apakah program dijalankan secara berkelanjutan atau hanya untuk mengejar penghargaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, SIMPELKOTA juga menjadi acuan dalam memberikan rekomendasi perbaikan bagi sekolah yang ingin meningkatkan capaian Adiwiyata ke jenjang lebih tinggi.
Ke depan, Elsandy berharap sistem ini dapat dikembangkan agar dapat digunakan langsung oleh pihak sekolah untuk melakukan penilaian mandiri atau self assessment terhadap penerapan PRLH.
“Kalau sekolah sudah bisa menilai sendiri, maka kami tinggal melakukan verifikasi. Ini akan membuat proses pemantauan jauh lebih efektif,” katanya.
Ia menambahkan, lahirnya SIMPELKOTA tidak lepas dari evaluasi internal DLH yang menilai pengawasan terhadap sekolah Adiwiyata masih belum maksimal.
“Dari situ muncul ide untuk membuat instrumen sederhana yang bisa membantu pemantauan sekaligus mempermudah pemberian rekomendasi yang tepat sasaran,” pungkasnya.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



