TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Sore Ini Gerhana Bulan Total, Ini Panduan Lengkap Shalat Khusuf

Reporter & Editor : AY
Selasa, 03 Maret 2026 | 14:28 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG – Gerhana, baik matahari maupun bulan, merupakan fenomena alam yang menunjukkan keteraturan ciptaan Allah SWT. Dalam pandangan Islam, peristiwa ini bukan sekadar kejadian astronomi, tetapi termasuk tanda kebesaran-Nya yang mengingatkan manusia untuk semakin mendekat kepada-Nya.

 

Karena itu, ketika terjadi gerhana, Rasulullah SAW tidak hanya mengamatinya, melainkan mengajak umat untuk melaksanakan ibadah khusus, yakni shalat gerhana. Untuk gerhana matahari disebut shalat kusuf, sedangkan gerhana bulan dikenal sebagai shalat khusuf. Ibadah ini menjadi momen untuk memperbanyak doa, zikir, istigfar, dan merenungi keagungan Allah SWT.

 

Dasar Syariat Shalat Gerhana

Anjuran melaksanakan shalat gerhana bersandar pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar. Ia mengisahkan tata cara Rasulullah SAW ketika terjadi gerhana pada masa beliau.

 

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Nabi SAW keluar menuju masjid, kemudian memimpin shalat dengan bacaan yang panjang. Pada setiap rakaat, beliau melakukan dua kali rukuk dan dua kali berdiri sebelum sujud.

Setelah shalat selesai, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah, menegaskan bahwa gerhana bukanlah pertanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah.

 

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab sahihnya.

Tata Cara Shalat Gerhana

Shalat gerhana dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah tanpa azan dan iqamah. Sebagai pengganti panggilan shalat, imam menyerukan “Ash-shalātu jāmi‘ah”.

 

Keunikan shalat ini terletak pada adanya dua kali rukuk dan dua kali berdiri dalam setiap rakaat. Berikut urutannya:

 

Rakaat Pertama

Imam menyerukan “Ash-shalātu jāmi‘ah”.

Takbiratul ihram, kemudian membaca Al-Fatihah dan surah panjang dengan suara lantang (jahar).

Rukuk pertama dengan durasi yang panjang.

I‘tidal sambil membaca “Sami‘allāhu liman ḥamidah”, makmum menjawab “Rabbanā wa lakal-ḥamd”.

Berdiri kembali, membaca Al-Fatihah dan surah (lebih singkat dari bacaan pertama).

Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).

I‘tidal.

Sujud pertama.

Duduk di antara dua sujud.

Sujud kedua.

 

Rakaat Kedua

Rangkaiannya sama seperti rakaat pertama: dua kali berdiri dan dua kali rukuk, kemudian diakhiri dengan tasyahud dan salam.

Khutbah Setelah Shalat

Usai shalat, imam dianjurkan menyampaikan khutbah satu kali. Isi khutbah biasanya berupa nasihat agar umat memperbanyak istigfar, sedekah, serta amal kebajikan lainnya. Momen gerhana menjadi pengingat akan kekuasaan Allah dan pentingnya memperkuat keimanan.

 

Dengan memahami tata cara dan hikmah di baliknya, gerhana bulan total sore ini dapat menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit