TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Nelayan Tenggelam Di Pantai Wanasalam Belum Ditemukan

Berjalan Hari Kedua Dilakukan Pencarian

Reporter: Nipal
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 11 Maret 2026 | 08:45 WIB
BRIEFING. Tim SAR gabungan sedang melakukan briefing di hari kedua untuk melakukan pencarian terhadap korban yang tenggelam di perairan laut Wanasalam, Kabupaten Lebak, Selasa (10/3)
BRIEFING. Tim SAR gabungan sedang melakukan briefing di hari kedua untuk melakukan pencarian terhadap korban yang tenggelam di perairan laut Wanasalam, Kabupaten Lebak, Selasa (10/3)

LEBAK - Salah seorang nelayan Masriya (40) warga Kampung Karang Anyar RT/RW 005/002, Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, tenggelam di perairan laut pantai Wanasalam, Senin (9/3), sekitar pukul 06.30 WIB.

 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Lebak, Polairud Binuangeun, Pos TNI AL Binuangeun, serta masyarakat setempat, dari hari pertama kejadian hingga saat ini hari kedua masih melakukan pencarian. Namun upaya itu belum membuahkan hasil atau masih nihil (korban belum ditemukan).

 

Personel Polair wilayah Binuangeun, Yadi membenarkan, salah seorang nelayan tenggelam saat melaut di sekitar perairan Kampung Kembang Ranjang. Dia menjelaskan, korban berangkat melaut pada pukul 06.00 WIB bersama seorang rekannya untuk menjaring udang dengan menggunakan alat bantu ban. 

 

“Sekitar pukul 06.30 WIB, rekan korban bernama Asbo menyadari korban sudah tidak terlihat di sekitar lokasi. Ia hanya menemukan ban dan jaring milik korban yang mengapung di perairan tersebut. Asbo segera melaporkan kejadian itu kepada keluarga korban dan pihak terkait,” jelas Yadi, Selasa (10/3).

 

Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, dari hari pertama kejadian pihaknya langsung menindaklanjuti laporan tersebut. “Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Lebak yang berjumlah empat personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian dari hari pertama,” katanya.

 

Dari hari pertama kejadian ungkapnya, pihaknya masih melakukan proses pencarian dengan kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan. “Tim SAR terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban,” katanya.

 

Katanya lagi, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten melalui Unit Siaga SAR Lebak menggelar operasi SAR hari kedua (H.2) untuk mencari korban di sekitar lokasi kejadian yang berada pada koordinat 6°50'34.35"S 105°53'35.87"E.

 

“Pada pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing untuk menentukan strategi pencarian. Dalam operasi tersebut, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),” katanya.

 

Dia menjelaskan, SRU 1 melakukan pencarian di perairan menggunakan rubber boat Basarnas dengan area pencarian hingga radius 3 nautical mile dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran darat dari titik lokasi kejadian ke arah barat dan timur masing-masing sejauh 1,5 kilometer.

 

“Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan berawan. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal dengan harapan korban segera ditemukan,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit