Nelayan Tenggelam Di Pantai Wanasalam Ditemukan Tak Bernyawa
LEBAK - Pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan, terhadap salah seorang nelayan Masriya (40) warga Kampung Karang Anyar RT/RW 005/002, Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, yang tenggelam di perairan laut pantai Wanasalam, Senin (9/3) lalu, telah membuahkan hasil.
Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian selama tiga hari dalam pelaksanaan operasi SAR, Rabu (11/3), sekitar pukul 10.24 WIB. Saat ditemukan sejauh kurang lebih 5 kilometer dari lokasi kejadian, keadaan korban sudah tak bernyawa atau meninggal dunia.
Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengungkapkan, dalam operasi SAR hari ketiga ini, Tim SAR gabungan membagi pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
“SRU 1 melakukan pencarian menggunakan rubber boat Basarnas dengan luas area pencarian sekitar 5,5 Nautical Mile dari lokasi kejadian perkara (LKP). Sementara itu, SRU 2 melakukan penyisiran darat dari LKP ke arah barat dan timur dengan jangkauan masing-masing sejauh 3 kilometer,” kata Rizky Dwianto, Rabu (11/3).
Dia menjelaskan, upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 10.24 WIB ketika Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sejauh kurang lebih 5 kilometer dari lokasi kejadian.
“Korban ditemukan pada koordinat 6°49'19.39"S 105°56'0.29"E dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka di wilayah Kecamatan Wanasalam,” katanya.
Setelah proses evakuasi selesai katanya lagi, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan debriefing pada pukul 11.10 WIB. Berdasarkan hasil evaluasi, Operasi SAR dinyatakan berhasil dan diusulkan untuk ditutup.
“Dengan telah ditemukannya korban, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja sama dan sinergi yang telah diberikan selama pelaksanaan operasi,” katanya.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain paparnya, unit siaga SAR Lebak sebanyak 4 personel, Polairud Binuangeun 2 personel, Pos TNI AL Binuangeun 4 personel, serta masyarakat setempat.
“Dengan berakhirnya operasi ini, diharapkan masyarakat pesisir dapat selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Salah seorang nelayan Masriya (40) warga Kampung Karang Anyar RT/RW 005/002, Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, tenggelam di perairan laut pantai Wanasalam, Senin (9/3), sekitar pukul 06.30 WIB.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Lebak, Polairud Binuangeun, Pos TNI AL Binuangeun, serta masyarakat setempat, dari hari pertama kejadian hingga saat ini hari kedua masih melakukan pencarian. Namun upaya itu belum membuahkan hasil atau masih nihil (korban belum ditemukan).
Personel Polair wilayah Binuangeun, Yadi membenarkan, salah seorang nelayan tenggelam saat melaut di sekitar perairan Kampung Kembang Ranjang. Dia menjelaskan, korban berangkat melaut pada pukul 06.00 WIB bersama seorang rekannya untuk menjaring udang dengan menggunakan alat bantu ban.
“Sekitar pukul 06.30 WIB, rekan korban bernama Asbo menyadari korban sudah tidak terlihat di sekitar lokasi. Ia hanya menemukan ban dan jaring milik korban yang mengapung di perairan tersebut. Asbo segera melaporkan kejadian itu kepada keluarga korban dan pihak terkait,” jelas Yadi, Selasa (10/3).
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 22 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



