TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Stok BBM Aman, Harga Tetap

Warga Diminta Tidak Panic Buying Isi berita:

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 02 April 2026 | 09:41 WIB
Ikustrasi antrian BBM. Foto : Ist
Ikustrasi antrian BBM. Foto : Ist

JAKARTA - Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sempat memicu kepanikan masyarakat dan antrean di sejumlah SPBU pada Selasa (31/3/2026). Namun, pemerintah memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan harga tetap tidak berubah.

 

Kekhawatiran ini dipicu oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta penutupan Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Ditambah lagi, beberapa negara tetangga telah lebih dulu menaikkan harga BBM.

 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali.

 

“Cadangan BBM kita berada di atas standar minimum nasional,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

 

Ia menjelaskan, ketersediaan energi mencakup seluruh jenis, mulai dari bensin, solar, LPG, hingga avtur. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir berlebihan.

 

Pemerintah juga memastikan tidak ada perubahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, guna menjaga daya beli masyarakat.

 

“Tidak ada kenaikan maupun penurunan. Harga tetap seperti saat ini,” tegas Bahlil.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menyiapkan penguatan ketahanan energi melalui program B50, yakni pencampuran 50 persen minyak sawit dalam biosolar yang ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan menjaga stabilitas pasokan.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga memastikan kondisi energi nasional tetap terjaga di tengah gejolak global.

 

Ia mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secara bijak dan tidak berlebihan agar distribusi tetap merata.

“Stabilitas tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada perilaku masyarakat,” ujarnya.

 

Pemerintah juga menerapkan sistem barcode melalui MyPertamina untuk mengatur pembelian BBM agar lebih tepat sasaran dan mencegah penimbunan. Untuk kendaraan pribadi, pembelian dibatasi secara wajar, yakni sekitar 50 liter per hari.

 

PT Pertamina (Persero) turut memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM per 1 April 2026 di seluruh SPBU.

 

Harga yang berlaku antara lain Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp12.300, Pertamax Turbo Rp13.100, Pertamax Green 95 Rp12.900, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

 

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap membeli BBM secara wajar.

Q

Dari DPR, Wakil Ketua Komisi VI Andre Rosiade turut meminta masyarakat tidak panik. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mempertahankan harga BBM di tengah tekanan global.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Tidak ada kenaikan harga BBM,” ujarnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit