TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

25 Titik Dilanda Banjir, 13 Lokasi Alami Longsor

Tangsel Diguyur Hujan Deras

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 06 April 2026 | 05:10 WIB
Longsor yang terjadi di Tangsel usai diguyur hujan deras.
Longsor yang terjadi di Tangsel usai diguyur hujan deras.

PAMULANG-Longsor dan banjir landa sejumlah wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat hujan deras pada Sabtu (4/4). Sebanyak 25 titik dilanda banjir, dan 13 lokasi mengalami longsor. Ratusan rumah terdampak.

 

Salah satu wilayah yang terdampak banjir berada di kawasan Perumahan Reni Jaya, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang. Banjir merendam pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai paha hingga pinggang orang dewasa.

 

Salah satu warga, Mamat (33), mengatakan, hujan mulai turun sejak sekitar pukul 12.30 WIB dan berlangsung cukup lama tanpa henti. Kondisi tersebut membuat saluran air tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat.

 

“Untuk banjir saat ini cukup lebih parah dari biasanya. Hujan hari ini habis dzuhur sekitar pukul 12.30 WIB. Hujan tidak berhenti-berhenti, curah hujannya juga lama jadi air tidak ketampung,” ujar Mamat, saat dijumpai di lokasi pada Sabtu (4/4).

 

Ia menjelaskan, kawasan tersebut memang kerap tergenang saat hujan deras. Namun biasanya genangan cepat naik dan tidak lama kemudian kembali surut.

 

“Biasanya di sini cepat naik cepat turun juga. Jadi harusnya cepat turun, cuma entah kenapa hari ini agak lama surutnya,” ungkapnya.

 

Menurutnya, puluhan rumah warga terdampak banjir. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai paha hingga pinggang orang dewasa. “Kurang lebih bisa puluhan rumah yang terendam. Paling dalam itu sekitar paha sampai pinggang orang dewasa,” jelasnya.

 

Ia menyebut, banjir juga sempat terjadi pada malam sebelumnya. Hujan yang deras dan cukup lama menyebabkan air mulai naik sekitar pukul 20.00 WIB dan sempat masuk ke dalam rumah warga sebelum akhirnya surut beberapa jam kemudian.

 

Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan menuturkan, banjir terjadi di sekitar 25 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan seperti Pamulang, Serpong, Ciputat, Pondok Aren, hingga Setu.

 

“Sebagian besar banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan aliran kali meluap dan saluran drainase tidak mampu menampung debit air,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4).

 

Beberapa wilayah dengan dampak cukup besar di antaranya terjadi di BPI Pamulang Timur dengan sekitar 300 kepala keluarga (KK) terdampak, Pondok Hijau Pisangan Ciputat sekitar 300 KK serta Puri Bintaro Indah Jombang yang terdampak sekitar 250 KK.

 

Selain itu, banjir juga terjadi di sejumlah kawasan lain seperti Komplek MA Pamulang Timur, Pamulang Permai, Griya Jakarta 2, Lembah Pinus Pamulang Barat, Serpong Jaya, Serpong Terrace, Green Harmoni Ciater, Citra Prima 2 Kranggan, Taman Kencana Loka BSD, Namara Residence Bendabaru, Puri Serpong 1 Setu, hingga Kampung Empang Sari Ciputat.

 

“Untuk ketinggian air bervariasi antara sekitar 10 centimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi,” jelasnya.

 Dian menambahkan, berdasarkan laporan hingga pukul 15.00 WIB, sebagian besar genangan air di berbagai wilayah sudah surut. Namun sebelumnya masih ada beberapa titik yang sempat bertahan genangannya.

 

“Untuk saat ini mayoritas lokasi sudah surut. Tapi sebelumnya masih ada beberapa titik yang sempat bertahan genangannya, seperti di kawasan Rancasaga, Kelurahan Muncul, yang ketinggian airnya sempat mencapai sekitar 150 centimeter dan kemudian berangsur turun menjadi sekitar 5 sampai 50 centimeter,” ujarnya.

 

Selain itu, genangan juga sempat bertahan di Kampung Empang Sari, Ciputat dengan ketinggian air sebelumnya mencapai sekitar 60 sentimeter dan kemudian turun menjadi sekitar 25 centimeter.

 

“Di beberapa lokasi lain seperti Orchid Garden Bendabaru Pamulang juga sempat masih terdapat genangan meskipun sudah menurun cukup signifikan dibandingkan saat puncak banjir,” tambahnya.

 

Selain banjir, BPBD Tangsel juga mencatat 13 kejadian longsor yang tersebar di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Setu dan Serpong.

 

Beberapa titik longsor di antaranya terjadi di Kelurahan Muncul, Kademangan, Keranggan, Buaran, Pamulang Timur, Pondok Benda, serta Ciater. Dampaknya bervariasi mulai dari akses jalan warga tertutup material tanah, tembok rumah roboh, hingga rumah warga yang terdampak longsoran.

 

“Ada juga kejadian longsor yang menutup akses jalan dan berpotensi mengancam rumah warga. Petugas sudah melakukan penanganan awal dan asesmen di lokasi,” kata Dian.

 

BPBD Tangsel juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat intensitas hujan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

 

Pasca banjir mulai surut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan langsung melakukan penanganan lanjutan di sejumlah lokasi terdampak. Salah satunya dengan menerjunkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) untuk membantu percepatan surutnya genangan.

 

Personel Damkar dikerahkan ke sejumlah titik pada Minggu (5/4) untuk melakukan penyedotan air agar genangan cepat surut dan aktivitas warga dapat kembali normal.

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Adam Dohiri mengatakan, pihaknya mengutamakan kecepatan penanganan dengan mempertimbangkan kondisi warga yang terdampak.

 

“Kami memahami betul apa yang dirasakan masyarakat saat lingkungan tempat tinggalnya tergenang air. Karena itu, tanpa menunggu lama, petugas langsung kami kerahkan untuk melakukan penyedotan agar genangan cepat teratasi dan warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, selain penanganan di lokasi, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

 

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap kepada masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit