TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Bupati Lebak Berkomitmen Bangun Ketahanan Pangan dengan Mengoptimalkan Lahan Tidak Produktif

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Selasa, 07 April 2026 | 22:11 WIB
Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya saat menerima audiensi akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di Pendopo Bupati Lebak, Senin (6/4/2026).(Istimewa)
Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya saat menerima audiensi akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di Pendopo Bupati Lebak, Senin (6/4/2026).(Istimewa)

LEBAK  - Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomi tinggi.

 

Hal tersebut disampaikan Bupati Hasbi saat menerima audiensi akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di Pendopo Bupati Lebak, Senin (6/4/2026). Pertemuan ini membahas rencana pemanfaatan lahan tidur seluas 100 hektare di Desa Cimanyangray, Kecamatan Gunungkencana, untuk dijadikan sawah produktif.

 

Bupati Hasbi berpendapat, Kabupaten Lebak memiliki potensi agraris yang besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kalangan akademisi dinilai penting untuk menghadirkan solusi berbasis riset. “Pemanfaatan lahan harus dimaksimalkan. Lebak ini daerah agraris, potensinya besar. Kita tidak boleh membiarkan lahan tidur terbengkalai,” ujar Hasbi, melalui siaran pers yang diterima tangselpos.id, Selasa (7/4/2026).

 

Dirinya menambahkan, penguatan sektor pertanian tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga harus menyentuh aspek hilirisasi atau pengolahan hasil. “Kami ingin Lebak tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga dalam pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah bagi petani,” kata dia.

 

Hasbi juga mengungkapkan, bahwa Pemkab Lebak telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas Rice Milling Unit (RMU) sebagai bagian dari modernisasi pertanian. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran akademisi dalam memberikan arah kebijakan yang tepat sasaran. “Kami membutuhkan saran dan masukan berbasis data dan riset. Dengan begitu, setiap program yang dijalankan benar-benar efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Hasbi.

 

Sementara itu, tim akademisi IPB melalui program Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) akan memulai tahapan awal berupa survei lapangan dan pengambilan sampel air tanah untuk memastikan kesiapan lahan.

 

Program kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah lahan tidak produktif menjadi lumbung padi baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lebak. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Hasbi optimistis sektor pertanian Lebak akan semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit