TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Partisipasi Tinggi dan Inovatif, Kelurahan Cipayung Raih Predikat Terbaik Musrenbang Tangsel

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB
Kelurahan Cipayung yang berhasil meraih predikat Terbaik II. (tangselpos.id/rmn)
Kelurahan Cipayung yang berhasil meraih predikat Terbaik II. (tangselpos.id/rmn)

CIPUTAT – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan penghargaan kepada enam kelurahan yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari tingkat partisipasi masyarakat hingga inovasi dalam proses perencanaan pembangunan.

 

Salah satu kelurahan yang meraih penghargaan tersebut yakni Kelurahan Cipayung yang berhasil meraih predikat Terbaik II. Capaian ini diraih berkat tingginya partisipasi masyarakat serta berbagai inovasi yang dilakukan dalam penyelenggaraan Musrenbang.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tangerang Selatan, Fuad menjelaskan, penilaian Musrenbang dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan hingga tindak lanjut setelah kegiatan berlangsung.

 

“Indikator yang dinilai meliputi tingkat kehadiran, jumlah usulan, kualitas usulan, serta inovasi dalam pelaksanaan Musrenbang. Semua dinilai secara objektif oleh tim yang turun langsung ke lapangan,” ujarnya, Kamis (9/4).

 

Fuad mengatakan, penilaian tersebut merupakan terobosan yang dilakukan Pemkot Tangsel untuk meningkatkan kualitas Musrenbang di tingkat kelurahan agar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.

 

“Ini inovasi yang kami lakukan agar Musrenbang tidak hanya menjadi kegiatan formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan usulan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian. Antusiasme warga dalam menghadiri forum serta menyampaikan usulan menunjukkan bahwa Musrenbang berjalan secara aktif dan partisipatif.

 

“Antusiasme masyarakat kita nilai, karena Musrenbang ini harus menjadi forum yang benar-benar hidup dan partisipatif,” tegas Fuad.

 

Sementara itu, Lurah Cipayung, Dini Nurlianti mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan tahapan pra-Musrenbang yang dilakukan pihaknya sebelum forum utama digelar.

 

“Kalau saya di Cipayung, kami fokus dari sejak di pra-Musrenbang, sehingga usulan masyarakat sudah dipilah berdasarkan skala prioritas sebelum masuk ke forum utama,” ujarnya.

 

Selain itu, kata Dini, seluruh unsur masyarakat juga turut dilibatkan sejak awal agar perencanaan pembangunan. Tujuannya agar seluruh usulan itu benar-benar berangkat dari kebutuhan riil di lingkungan.

 

“Kami kumpulkan RT/RW, tokoh masyarakat, LPM, PKK, Posyandu hingga Puskesmas. Dari situ kita tentukan mana yang menjadi prioritas utama,” katanya.

 

Selain itu, pihaknya juga melakukan pendekatan berbeda dengan mengundang langsung berbagai komunitas yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam forum Musrenbang.

 

“Saya undang langsung komunitas-komunitas, bahkan saya hubungi satu per satu. Jadi tidak hanya melalui RW, tapi semua punya ruang menyampaikan usulan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat Musrenbang terasa sebagai forum bersama milik masyarakat.

 

“Musrenbang ini kami dorong jadi ‘hajat bersama’, bukan sekadar kegiatan formal. Jadi masyarakat merasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap hasilnya,” jelas Dini.

 

Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan perhatian terhadap usulan masyarakat yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan di wilayah.

 

“Kami melihat bukan hanya besar kecilnya usulan, tapi sejauh mana usulan itu bisa menyelesaikan persoalan di wilayah,” ujarnya.

 

Dini menuturkan, inovasi dari masyarakat juga terus didorong, termasuk dari kelompok-kelompok komunitas yang aktif di lingkungan.

 

“Makanya kami dorong ide-ide baru dari masyarakat, termasuk dari kelompok-kelompok seperti bank sampah, KWT, kepala sekolah, hingga komunitas lingkungan. Seperti misalnya TBM Kolong, yang saat ini usulannya sudah masuk dalam F1," katanya.

 

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi kelurahan lain untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan melalui Musrenbang.

 

“Harapannya Musrenbang ke depan semakin berkualitas, partisipatif, dan benar-benar menghasilkan program yang tepat sasaran bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Sebagai informasi, berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian terdapat enam kelurahan yang memperoleh penghargaan dalam pelaksanaan Musrenbang tingkat Kota Tangerang Selatan.

 

Untuk kategori Harapan III diraih Kelurahan Cempaka Putih, Harapan II Kelurahan Pondok Betung, dan Harapan I Kelurahan Pondok Jaya.

Sementara kategori Terbaik III diraih Kelurahan Benda Baru, Terbaik II diraih Kelurahan Cipayung, dan Terbaik I diraih Kelurahan Sawah.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit