Intan Soroti Penurunan Pengunjung, Kebersihan, Dorong Legalitas Serta Digitalisasi Pedagang
Sidak Pasar Kelapa Dua
TANGERANG - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua pada Selasa (14/2). Tujuannya, untuk memonitoring sejauh mana aktifitas para pedagang.
Lalu, Intan juga mengatakan, untuk mendorong percepatan peningkatan layanan bagi para pedagang melalui pembuatan fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pemanfaatan tenologi digitalisasi.
“Hasil pemantauan, salah satunya ada penurunan jumlah pengunjung pasar sekitar 15 persen. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola belanja masyarakat yang kini mulai beralih ke layanan pesan antar, di mana sebagian besar pedagang di Pasar Kelapa Dua masih belum memiliki koneksi atau kerja sama dengan penyedia layanan tersebut,” ungkap Wabup Intan.
Selain pengurangan jumlah pengunjung, dia pun menyoroti adanya penumpukan sampah yang perlu segera ditangani pengelola pasar demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Meski demikian, Pasar Kelapa Dua memiliki keunggulan tersendiri, salah satunya adalah fasilitas pemotongan ayam langsung yang menjadi daya tarik bagi masyarakat.
“Sampahnya masih ada penimbunan. Saya sudah instruksikan kepada pengelola pasar untuk segera dibenahi agar kebersihan pasar dan kenyamanan lingkungannya tetap terjaga,” imbuhnya
Berikutnya, ia menerangkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berkomitmen mendukung pengembangan usaha para pedagang, dengan menghadirkan layanan pembentukan NIB yang bermaksud mempercepat pendataan serta meningkatkan administrasi dan legalitas para pedagang.
“DPMPTSP telah menghadirkan layanan pembuatan NIB secara gratis yang dilaksanakan secara bergilir ke pasar-pasar mulai pukul 08.00 WIB. Program itu untuk menyegerakan pendataan dan menambah kerapihan administrasi dan validitas para pedagang,” ucapnya.
Pihaknya juga sangat mengapresiasi layanan pembuatan NIB dan kesadaran para pedagang yang cukup antusias untuk memanfaatkannya. Terbukti, kemarin hingga pukul 09.30 WIB sudah sekitar 18 pedagang yang mendaftar untuk pembuatan NIB.
“Sebagian besar pedagang di sini memang belum memiliki NIB, padahal dokumen itu menjadi salah satu syarat utama agar pedagang bisa mendapatkan suplai dari Bulog, baik minyak maupun kebutuhan pokok lainnya,” jelasnya.
Dirinya menyampaikan, program layanan pembuatan NIB secara gratis telah berjalan sejak tahun 2025 dan terus dilanjutkan pada tahun 2026 guna memastikan seluruh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pedagang di Kabupaten Tangerang memiliki legalitas usaha.
“Jika semua sudah memiliki NIB, maka berbagai kemudahan akses usaha akan lebih terbuka dan diharapkan dapat melancarkan serta memaksimalkan usaha para pedagang,” imbuhnya.
Intan juga mendorong pengelola pasar bisa membantu memfasilitasi pedagang dalam menjalin kerja sama dengan SPPG setempat guna memperluas akses distribusi dan pemasaran produk. Lalu meminta Dinas Perindustrian dan Pergadangan, DPMPSTP serta pihak terkait lainnya dapat menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam rangka percepatan layanan pembuatan NIB.
“Sosialisasi harus lebih masif terkait persyaratan pembuatan NIB. Ke depan, informasi mengenai ketentuan harus disampaikan dengan lebih jelas kepada pedagang, sehingga mereka dapat mempersiapkan dokumen terlebih dahulu dan tidak perlu bolak-balik melengkapi berkas,” pintanya.
Pihaknya berharap program layanan pembuatan NIB tersebut dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan ekonomi masyarakat.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


