TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Erick Thohir Apresiasi Perdamaian Dua Pemain Muda

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 24 April 2026 | 11:12 WIB
Insiden pertikaian yang melibatkan Fadly Alberto Henga dan Rakha Nurkholis telah diselesaikan secara kekeluargaan. Foto : Ist
Insiden pertikaian yang melibatkan Fadly Alberto Henga dan Rakha Nurkholis telah diselesaikan secara kekeluargaan. Foto : Ist

JAKARTA — Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk diskriminasi dalam sepak bola nasional. Ia menekankan bahwa ucapan maupun tindakan rasis tidak memiliki tempat, baik di level pembinaan usia dini hingga profesional.

 

Menurutnya, pembinaan pemain muda harus mengedepankan sportivitas di atas hasil akhir. Selain kemampuan teknis, pemain juga dituntut memiliki karakter kuat, disiplin, serta mampu mengendalikan emosi di tengah tekanan pertandingan.

 

Erick menyebut ajang Elite Pro Academy (EPA) bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembentukan mental dan nilai-nilai positif seperti fair play, toleransi, dan penghormatan terhadap wasit.

 

“Sepak bola harus bersih dari rasisme. Sejak dini, pemain harus dibentuk dengan nilai sportivitas dan saling menghargai,” ujarnya.

 

Terkait insiden yang melibatkan Fadly Alberto Henga dan Rakha Nurkholis, Erick mengapresiasi langkah damai yang difasilitasi oleh Bhayangkara FC dan Dewa United. Ia menilai penyelesaian tersebut menjadi contoh baik bagi dunia sepak bola Indonesia.

 

“Ini menunjukkan bahwa persatuan tetap diutamakan. Perbedaan bukan penghalang, justru menjadi kekuatan untuk bersama-sama berjuang demi Indonesia,” tegasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit