Sambutan Hangat Arab Saudi untuk Jemaah Haji Iran, Dikalungi Mawar hingga Haru Meneteskan Air Mata
MADINAH – Suasana haru menyelimuti kedatangan jemaah haji asal Iran di Madinah, Arab Saudi. Mereka disambut dengan penuh kehangatan oleh otoritas setempat, bahkan dikalungi bunga mawar sebagai simbol persahabatan, yang membuat sejumlah jemaah tak kuasa menahan air mata.
Di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas, Pemerintah Iran memastikan sekitar 30 ribu jemaahnya dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan lancar. Koordinasi intensif dengan Pemerintah Arab Saudi terus dilakukan demi menjamin keselamatan para jemaah di Tanah Suci.
Juru bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberikan perlindungan penuh bagi warga negaranya.
“Meski berada di tengah tekanan, kami menjamin kelancaran ibadah haji rakyat Iran,” ujarnya dalam konferensi pers.
Langkah ini menjadi sorotan mengingat hubungan Iran dan Arab Saudi sempat memanas, terutama setelah konflik kawasan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu. Namun, momen haji justru menjadi titik temu yang memperlihatkan membaiknya hubungan kedua negara.
Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, turut menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan. Ia menyebut jemaah Iran mendapatkan perlakuan yang baik dan setara dengan jemaah dari negara lain.
“Kami berterima kasih atas pelayanan yang diberikan demi kenyamanan para jemaah kami,” ungkapnya.
Kloter pertama jemaah Iran tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada 25 April 2026, disusul kloter berikutnya beberapa hari kemudian.
Momen penyambutan mereka pun menjadi perhatian publik. Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat petugas Arab Saudi menyambut para jemaah dengan senyum ramah, taburan bunga mawar, serta pemberian suvenir dan kudapan manis. Beberapa jemaah tampak terharu hingga menitikkan air mata, merasakan hangatnya sambutan tersebut.
Kedatangan jemaah ini juga menjadi simbol penting setelah sebelumnya hubungan kedua negara sempat renggang. Pada periode 2016 hingga 2023, Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji bagi warga Iran. Namun sejak rekonsiliasi pada 2023, hubungan kedua negara mulai membaik, membuka kembali jalan bagi jemaah Iran untuk menunaikan ibadah haji.
Momen ini sekaligus menjadi harapan baru bahwa ibadah haji dapat menjadi jembatan persatuan di tengah dinamika politik kawasan yang masih bergejolak.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 15 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


