TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dari Rumah Jadi Viral, Bengkel Koewe Suguhkan Ice Cream Cake Unik di BSD

Oleh: Emir MG
Editor: AY
Rabu, 06 Mei 2026 | 15:10 WIB
Beragam varian rasa ice cream cake dipajang di Bengkel Koewe, mulai dari cokelat, stroberi, hingga durian. Usaha rumahan ini menawarkan sekitar 18 pilihan rasa dengan harga seragam, serta diproduksi langsung secara homemade sebelum dipasarkan kepada pelanggan. Foto : Ist
Beragam varian rasa ice cream cake dipajang di Bengkel Koewe, mulai dari cokelat, stroberi, hingga durian. Usaha rumahan ini menawarkan sekitar 18 pilihan rasa dengan harga seragam, serta diproduksi langsung secara homemade sebelum dipasarkan kepada pelanggan. Foto : Ist

BSD — Di tengah menjamurnya bisnis kuliner modern, sebuah usaha rumahan di kawasan Kencana Loka, BSD, justru berhasil mencuri perhatian publik.

 

Bengkel Koewe hadir dengan konsep berbeda: ice cream cake dalam bentuk slice yang praktis dan ramah di kantong.
Berawal dari dapur rumah sederhana, usaha ini kini berkembang pesat dan ramai diserbu pelanggan. Popularitasnya bahkan sempat melonjak dan viral menjelang Lebaran 2026.


Sang pemilik, Natania, mengungkapkan bahwa ide bisnis ini sudah digagas sejak 2022 melalui proses riset dan pengembangan yang cukup panjang.

Namun, penjualan baru benar-benar dimulai pada Agustus 2025 saat mereka pertama kali mengikuti sebuah event.
“Awalnya masih tahap coba-coba dari 2022. Baru serius jualan itu Agustus 2025, waktu ikut event,” ujarnya.


Keunikan utama Bengkel Koewe terletak pada produknya: perpaduan kue dan es krim dalam satu potongan yang praktis. Saat ini, tersedia sekitar 18 varian rasa, mulai dari favorit klasik seperti stroberi dan durian, hingga kombinasi modern seperti choco Oreo dan choco stroberi.
Menariknya, semua varian dijual dengan harga seragam, sekitar Rp22 ribu per slice—membuatnya mudah dijangkau berbagai kalangan.


Meski permintaan terus meningkat, Bengkel Koewe tetap mempertahankan konsep home production. Seluruh proses—mulai dari pembuatan hingga penyimpanan—dilakukan sendiri dari rumah untuk menjaga kualitas dan cita rasa khas homemade.


“Kita memang ingin tetap mempertahankan nuansa rumahan. Semua dibuat sendiri dari awal sampai jadi,” jelas Natania.


Proses produksinya pun tidak instan. Setiap ice cream cake membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari, termasuk tahap pembekuan sebelum akhirnya dipotong menjadi slice.


Seiring meningkatnya minat pelanggan, omzet yang diraih kini bisa mencapai jutaan rupiah per hari. Penjualan dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari pembelian langsung di lokasi, platform online seperti GrabFood, hingga pengiriman mandiri.


“Sekarang kurang lebih seimbang antara pembeli langsung dan online. Tapi saat akhir pekan, biasanya yang datang langsung lebih banyak,” tambahnya.


Tak hanya mengandalkan penjualan dari rumah, Bengkel Koewe juga aktif mengikuti berbagai event, termasuk di ICE BSD, serta telah memiliki tenant tetap untuk menjangkau pasar yang lebih luas.


Ke depan, Natania berencana memperluas bisnisnya dengan membuka cabang baru di kawasan Blok N, yang saat ini masih dalam tahap persiapan.


“Kita lagi siapkan lokasi baru di Blok N. Nanti update-nya bakal kita share di Instagram,” katanya.


Dengan konsep yang unik, harga terjangkau, serta kisah inspiratif yang dimulai dari rumah, Bengkel Koewe membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa tumbuh besar—asal dijalankan dengan konsistensi, kreativitas, dan identitas yang kuat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit