Cegah Kecelakaan di Perlintasan Kereta Pemprov DKI Siap Bangun Flyover dan Underpass
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi seluruh perlintasan kereta api di Ibu Kota guna meminimalisir risiko kecelakaan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan jalur tak sebidang berupa flyover dan underpass di titik-titik rawan.
Di sebuah perlintasan sebidang di Jalan Tebet Timur Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026), dua pria tampak sigap menjaga lalu lintas saat kereta melintas. Satu masih muda, satunya lagi sudah lanjut usia. Keduanya kompak mengenakan topi hitam.
Perlintasan sempit yang hanya bisa dilalui motor dan pejalan kaki itu tidak dilengkapi perangkat persinyalan otomatis. Sang penjaga lansia mengandalkan pendengaran dan penglihatannya untuk mendeteksi kedatangan kereta. Saat terdengar klakson masinis atau terlihat kereta dari kejauhan, ia segera memberi isyarat kepada rekannya.
Pria yang lebih muda kemudian menurunkan portal besi merah putih secara manual dengan engkol dari pos kecil di sisi rel. Setelah kereta lewat, portal kembali dibuka agar warga bisa melintas.
Ironisnya, kedua penjaga tersebut bukan petugas resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan penjaga swadaya masyarakat. Mereka hanya menerima uang sukarela dari pengendara yang melintas.
Kondisi serupa masih ditemukan di banyak titik di Jakarta dan sekitarnya. Sorotan terhadap keamanan perlintasan kembali menguat setelah kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line Cikarang–Jakarta dan KA Argo Bromo Anggrek di dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Peristiwa itu diduga bermula ketika sebuah KRL tertahan di jalur dekat stasiun. Dalam waktu bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melintas dan menabrak bagian belakang rangkaian KRL sekitar pukul 20.55 WIB. Benturan keras membuat lokomotif kereta jarak jauh menembus gerbong belakang KRL. Sebanyak 16 penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meminta Pemprov DKI segera berkoordinasi dengan PT KAI untuk mengevaluasi standar keselamatan di seluruh perlintasan sebidang.
“Koordinasi ini perlu mencakup pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sistem pengawasan di perlintasan sebidang,” ujar Kenneth, Sabtu (2/5/2026).
Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Kent itu menilai tragedi Bekasi Timur bukan hanya duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi seluruh daerah, termasuk Jakarta.
Ia mendorong adanya pelatihan berkelanjutan bagi petugas perlintasan serta penerapan teknologi modern untuk menekan potensi kecelakaan.
“Setiap potensi kelalaian harus diantisipasi dengan sistem yang kuat dan disiplin tinggi dari seluruh pihak,” tegasnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengakui masih terdapat sejumlah perlintasan di Jakarta yang belum dilengkapi palang pintu otomatis.
“Minimal ada penjaga di lokasi. Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Rano memastikan Pemprov DKI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perlintasan sebidang sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi di Jakarta.
Menurutnya, pembangunan jalur tak sebidang menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus mengatasi kemacetan di kawasan perlintasan kereta.
“Pemprov siap membangun flyover maupun underpass di sejumlah titik prioritas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan pihaknya saat ini tengah mengerjakan pembangunan Flyover Latumenten di Jakarta Barat, dekat Stasiun Grogol.
“Flyover ini nantinya berfungsi seperti Tapal Kuda Lenteng Agung, yakni menjadi jalur tak sebidang pada perlintasan kereta,” jelasnya, Kamis (30/4/2026).
Selain meningkatkan keselamatan, proyek tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi akibat aktivitas perlintasan kereta di kawasan Grogol.
Hingga 26 April 2026, progres pembangunan Flyover Latumenten telah mencapai 35 persen dan ditargetkan rampung tahun ini.
“Kami berharap dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar,” tambahnya.
Dinas Bina Marga juga membuka peluang pembangunan flyover maupun underpass di lokasi lain. Penentuan titik prioritas akan dilakukan melalui koordinasi bersama sejumlah SKPD dan instansi terkait.
“Koordinasi akan dilakukan untuk menentukan perlintasan mana yang perlu lebih dahulu dibangun jalur tak sebidang,” tandasnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu






