Jelang Idul Adha 1447 H, Penjualan Hewan Kurban Mulai Ramai, Si Jago Kandang Siapkan Ribuan Ekor untuk Jabodetabek
CIATER – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai ramai di sejumlah wilayah Jabodetabek. Salah satu lapak yang mulai dipadati calon pembeli yakni “Si Jago Kandang” di Jalan Ciater Raya No.45, RW Mekar, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (22/5/2026).
Pemilik Si Jago Kandang, Rustam, mengatakan usaha penjualan hewan kurban yang dirintisnya telah berjalan selama kurang lebih 12 tahun. Dalam momen Idul Adha setiap tahunnya, ia membuka beberapa titik kandang penjualan di wilayah Jabodetabek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sudah sekitar 12 tahun kami menjalankan usaha hewan kurban ini dengan brand Si Jago Kandang. Saat ini ada empat kandang yang tersebar di wilayah Jabodetabek,” ujar Rustam.
Ia menjelaskan, kandang miliknya berada di sejumlah lokasi seperti Citra Raya, Bekasi, Lenteng Agung, hingga Balaraja. Persiapan penjualan hewan kurban biasanya sudah dilakukan sekitar satu bulan sebelum Hari Raya Idul Adha.
“Kurang lebih satu bulan sebelum Lebaran Haji kami sudah mulai persiapan dan membuka penjualan,” katanya.
Rustam menuturkan, minat pembeli tahun ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, ia mengakui pasokan sapi dari daerah pemasok mengalami sedikit penurunan.
“Permintaan sebenarnya masih stabil seperti tahun lalu, hanya saja ketersediaan sapi memang sedikit berkurang,” jelasnya.
Sebagian besar sapi yang dijual di Si Jago Kandang didatangkan dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Rustam, proses distribusi hewan dari NTB menuju Jabodetabek menjadi tantangan tersendiri karena harus melalui perjalanan laut dan darat yang cukup panjang.
“Distribusinya cukup panjang karena harus melewati jalur laut dan perjalanan jauh. Risiko hewan sakit atau kelelahan di perjalanan juga cukup besar,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut sapi asal Bima memiliki daya tahan tubuh yang baik karena terbiasa dipelihara secara diumbar di alam terbuka.
“Sapi Bima terbiasa terkena panas dan hujan, jadi daya tahannya lebih kuat dibanding beberapa sapi dari daerah lain,” katanya.
Untuk harga, Si Jago Kandang menyediakan sapi kurban dengan kisaran Rp15 juta hingga Rp30 juta per ekor. Sementara kambing dijual mulai Rp2,5 juta hingga Rp5 juta, tergantung ukuran dan jenisnya.
Rustam menjelaskan, pembeli hewan kurban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perusahaan, pembeli perorangan, hingga kelompok jamaah masjid yang membeli sapi secara patungan.
“Kalau dari jumlah penjualan, kambing biasanya lebih banyak karena harganya lebih terjangkau,” ujarnya.
Selain mengandalkan penjualan langsung di kandang, Si Jago Kandang juga memanfaatkan pemasaran digital melalui media sosial dan website untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Menjelang Idul Adha tahun ini, stok hewan kurban di kandangnya bahkan hampir habis terjual.
“Alhamdulillah, untuk hari ini tinggal tersisa dua ekor,” katanya.
Si Jago Kandang juga diketahui pernah menerima penghargaan sebagai kandang hewan kurban terbaik dari organisasi ACT (Aksi Cepat Tanggap) selama dua tahun berturut-turut.
Ke depan, Rustam berharap usahanya dapat terus memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat Jabodetabek. Ia juga berencana menambah layanan penyembelihan hingga pencacahan daging guna memberikan kemudahan bagi pelanggan.
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 20 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


