TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Euforia Juara PSG Ternoda Kerusuhan, Ratusan Orang Ditangkap di Paris

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 02 Juni 2026 | 06:43 WIB
Kerusuhan di Peancis sambut kemenangan PSG Juara Liga Champions. Foto : Ist
Kerusuhan di Peancis sambut kemenangan PSG Juara Liga Champions. Foto : Ist

PARIS – Kemenangan gemilang Paris Saint-Germain (PSG) di final UEFA Champions League justru diwarnai aksi kerusuhan di sejumlah wilayah Prancis. Euforia suporter yang merayakan keberhasilan tim kesayangannya berubah menjadi kekacauan yang menyebabkan ratusan orang ditangkap dan puluhan polisi terluka.


PSG memastikan gelar juara Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti pada laga final yang berlangsung di Budapest. Namun, tak lama setelah peluit akhir dibunyikan, kerusuhan pecah di sejumlah titik di Paris.


Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan bentrokan dan aksi vandalisme banyak terjadi di kawasan Champs-Élysées serta sekitar Stadion Parc des Princes, lokasi ribuan pendukung PSG menggelar nonton bareng.


Menurut Nunez, sedikitnya 780 orang diamankan di Paris dan beberapa kota lain pasca-kerusuhan. Selain itu, 57 personel kepolisian mengalami luka-luka, meski sebagian besar tergolong ringan.


Meski demikian, situasi berangsur membaik saat PSG menggelar parade dan perayaan kemenangan di kawasan Menara Eiffel yang dihadiri sekitar 100 ribu suporter.


"Secara umum situasi telah terkendali. Mayoritas perayaan berlangsung damai," ujar Nunez.


Selama kerusuhan berlangsung, sejumlah toko dilaporkan mengalami kerusakan. Aparat juga membubarkan kelompok suporter yang berupaya memblokade jalan-jalan utama di ibu kota Prancis.


Sementara itu, Kantor Kejaksaan Paris menyebut 306 orang telah ditahan secara resmi, termasuk 81 pelaku yang masih berusia di bawah umur. Mereka menghadapi berbagai tuduhan, mulai dari penyerangan terhadap aparat, perusakan fasilitas umum, pencurian, hingga gangguan terhadap ketertiban umum.


Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam keras aksi kekerasan yang mencoreng pesta kemenangan PSG. Saat menerima skuad PSG di Istana Élysée, Macron menegaskan bahwa kerusuhan tidak boleh dianggap sebagai hal yang lumrah.


"Ini bukan sepak bola, bukan olahraga, dan bukan nilai yang kita cintai. Kita tidak boleh terbiasa dengan kejadian seperti ini," tegas Macron.


Kritik juga datang dari tokoh oposisi sayap kanan, Marine Le Pen. Mantan kandidat presiden Prancis itu menyindir situasi keamanan yang terjadi saat perayaan kemenangan PSG.
"Hanya di Prancis orang-orang merasa harus mengunci diri di rumah pada malam kemenangan untuk menghindari kekerasan," ujarnya.


Kerusuhan tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap keamanan perayaan sepak bola di Prancis, sekaligus menjadi noda di tengah keberhasilan PSG meraih gelar paling bergengsi di Eropa.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit