IHSG Rontok, Rupiah Masih Loyo, Dunia Usaha Mulai Waspada
JAKARTA - Tekanan di pasar keuangan Indonesia belum mereda. Pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), IHSG anjlok 4,2 persen atau 245 poin ke level 5.594,77. Sementara itu, rupiah masih bertahan di kisaran Rp18.036 per dolar AS meski sempat menguat tipis.
Ketua Apindo, Shinta W. Kamdani, mengatakan pelemahan rupiah mulai berdampak nyata pada sektor riil. Ketergantungan industri terhadap bahan baku impor membuat biaya produksi meningkat, margin usaha tergerus, dan ekspansi bisnis tertahan. Industri tekstil, kimia, petrokimia, elektronik, hingga otomotif menjadi sektor yang paling terdampak.
Untuk bertahan, banyak perusahaan mulai menerapkan efisiensi, seperti menunda investasi, membekukan perekrutan karyawan baru, memperkuat penggunaan bahan baku lokal, serta melakukan lindung nilai (hedging).
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi ekonomi nasional tetap solid. Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan inflasi masih terkendali dan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Senada, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kondisi fiskal negara masih aman dengan defisit APBN hingga Mei 2026 sebesar 0,7 persen terhadap PDB.
Dunia usaha berharap pemerintah terus menjaga stabilitas rupiah dan mempercepat langkah-langkah untuk menekan biaya logistik, energi, serta berbagai biaya ekonomi tinggi yang membebani pelaku usaha.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 23 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu


