TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

IHSG Rontok, Rupiah Masih Loyo, Dunia Usaha Mulai Waspada

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:53 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA - Tekanan di pasar keuangan Indonesia belum mereda. Pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026), IHSG anjlok 4,2 persen atau 245 poin ke level 5.594,77. Sementara itu, rupiah masih bertahan di kisaran Rp18.036 per dolar AS meski sempat menguat tipis.


Ketua Apindo, Shinta W. Kamdani, mengatakan pelemahan rupiah mulai berdampak nyata pada sektor riil. Ketergantungan industri terhadap bahan baku impor membuat biaya produksi meningkat, margin usaha tergerus, dan ekspansi bisnis tertahan. Industri tekstil, kimia, petrokimia, elektronik, hingga otomotif menjadi sektor yang paling terdampak.


Untuk bertahan, banyak perusahaan mulai menerapkan efisiensi, seperti menunda investasi, membekukan perekrutan karyawan baru, memperkuat penggunaan bahan baku lokal, serta melakukan lindung nilai (hedging).


Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi ekonomi nasional tetap solid. Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan inflasi masih terkendali dan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Senada, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kondisi fiskal negara masih aman dengan defisit APBN hingga Mei 2026 sebesar 0,7 persen terhadap PDB.


Dunia usaha berharap pemerintah terus menjaga stabilitas rupiah dan mempercepat langkah-langkah untuk menekan biaya logistik, energi, serta berbagai biaya ekonomi tinggi yang membebani pelaku usaha.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit