TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Diisukan Mundur, Purbaya Tertawa: Tidak Benar, Saya Tetap Bekerja

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:22 WIB
Menkeu Purbaya. Foto : Ist
Menkeu Purbaya. Foto : Ist

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah tegas rumor yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri atau dicopot dari jabatannya. Dengan nada santai disertai tawa, Purbaya menegaskan kabar yang beredar di media sosial tersebut tidak benar.


Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).


Di hadapan awak media, Purbaya menyoroti besarnya perhatian publik terhadap isu pengunduran dirinya dibandingkan berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja positif.


"Yang menarik justru berita Menteri Keuangan mau mundur katanya. Padahal ada banyak perkembangan positif yang seharusnya juga mendapat perhatian," ujar Purbaya sambil tertawa.


Menurutnya, sejumlah bank pelat merah mencatat pertumbuhan kredit yang cukup kuat hingga Mei 2026. Kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI) tumbuh 13,8 persen, pembiayaan Bank Syariah Indonesia (BSI) meningkat lebih dari 10 persen, sementara kredit Bank Tabungan Negara (BTN) naik sekitar 15 persen.
Purbaya menilai capaian tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih bergerak positif dan layak mendapat sorotan lebih besar.


"Itu tiga bank besar menunjukkan kinerja yang baik. Tetapi informasi seperti ini justru kurang mendapat perhatian. Menurut saya itu agak aneh," katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa isu mengenai dirinya mundur ataupun dicopot dari kursi Menteri Keuangan tidak berdasar.


"Tidak benar lah," tegasnya.
Rumor mengenai posisi Purbaya mencuat di tengah tekanan yang melanda pasar keuangan domestik. Dalam beberapa waktu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertekan hingga berada di bawah level 6.000, sementara nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat.


Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada agenda pergantian Menteri Keuangan maupun perombakan kabinet dalam waktu dekat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto belum memiliki rencana melakukan reshuffle kabinet.
"Belum ada reshuffle," kata Prasetyo.
Ia juga membantah spekulasi mengenai pergantian Menteri Keuangan.


"Tidak ada rencana pergantian. Pemerintah saat ini tetap fokus menjaga stabilitas sektor keuangan dan perekonomian nasional," ujarnya.


Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Negeri Surabaya, Mubarok Eltran, mengingatkan pemerintah agar lebih fokus mengantisipasi dampak politik yang dapat muncul akibat gejolak ekonomi.
Menurutnya, pelemahan rupiah harus menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan publik.


"Prioritas pemerintah seharusnya menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kepercayaan pasar. Jangan sampai tekanan ekonomi berkembang menjadi gejolak politik yang lebih luas," kata Mubarok.


Ia menilai wacana perombakan kabinet di tengah ketidakpastian ekonomi justru berpotensi menambah spekulasi dan menciptakan ketidakpastian baru di pasar.


 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit