TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jelang Muktamar NU, Cak Imin dan Nasaruddin Masuk Bursa Ketum PBNU

Reporter & Editor : AY
Senin, 08 Juni 2026 | 08:19 WIB
Dua tokoh Muhaimin Iskandar (kiri) dan Nasaruddin Umar (kanan) dua tokoh Islam maduk bursa Kutum NU. Foto : Ist
Dua tokoh Muhaimin Iskandar (kiri) dan Nasaruddin Umar (kanan) dua tokoh Islam maduk bursa Kutum NU. Foto : Ist

JAKARTA - Dua bulan menjelang Muktamar ke-35 PBNU, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat. Selain petahana Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), nama Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Menteri Agama Nasaruddin Umar disebut-sebut berpeluang maju dalam perebutan kursi Ketua Umum PBNU.


Muktamar PBNU dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Sebelum itu, PBNU akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 20-22 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.


Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat kuat Ketua Umum PBNU. Selain Gus Yahya, Cak Imin, dan Nasaruddin Umar, nama Abdussalam Shohib (Gus Salam), Zulfa Musthofa, serta Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang Muhammad Yusuf Chudlori juga masuk dalam bursa.


Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi menilai Nasaruddin Umar memiliki peluang besar apabila memutuskan maju. Menurutnya, kendala yang dihadapi hanya terkait aturan rangkap jabatan. Sementara itu, Cak Imin dinilai masih terkendala syarat harus mundur dari partai politik setidaknya satu tahun sebelum pencalonan.


Meski demikian, Fahrur menegaskan seluruh aturan tersebut masih bisa dibahas dan diputuskan kembali melalui forum muktamar. Ia menekankan bahwa setiap kader NU memiliki kesempatan yang sama untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.


Di sisi lain, Ketua DPP PKB Luluk Nur Hamidah mengaku belum mendengar adanya pembahasan serius terkait kemungkinan Cak Imin maju. Menurutnya, skenario tersebut tidak mudah karena Muhaimin harus melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PKB jika terpilih memimpin PBNU.


Sebelumnya, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga menyebut Nasaruddin Umar dan Gus Yahya sebagai dua figur yang memiliki peluang besar dalam kontestasi mendatang karena keduanya memiliki pengalaman panjang di struktur organisasi NU.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit