Sinergi Tiga Pilar Ekonomi: DPR, Pemerintah dan BI Kawal Penguatan Rupiah
JAKARTA - DPR, Pemerintah, dan Bank Indonesia (BI) menunjukkan soliditas dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, akhir pekan lalu, ketiga institusi menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat mata uang nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
Pertemuan yang diinisiasi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad itu dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Fokus pembahasan diarahkan pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
Usai rapat, para pemangku kebijakan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan memastikan kebijakan fiskal serta moneter berjalan seiring. Langkah tersebut diyakini mampu menjaga arus modal masuk, memperkuat stabilitas pasar keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Salah satu strategi yang disepakati adalah meningkatkan daya tarik instrumen investasi domestik agar aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia. Selain itu, Pemerintah dan BI juga akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Pemerintah optimistis sinergi yang semakin erat antara otoritas fiskal dan moneter akan memperkuat fondasi ekonomi nasional, menjaga daya beli masyarakat, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 16 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu


