Rupiah Menguat ke Rp17.937 per Dolar AS, Sentimen Perdamaian Timur Tengah Topang Pasar
JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Mata uang Garuda tercatat naik 0,29 persen ke posisi Rp17.937 per dolar AS, dibanding penutupan sehari sebelumnya di level Rp17.989 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS berlangsung bervariasi. Yen Jepang melemah 0,21 persen, baht Thailand turun 0,09 persen, sementara yuan China menguat 0,12 persen dan won Korea Selatan naik 0,71 persen. Di saat yang sama, dolar Singapura terkoreksi 0,08 persen dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen. Adapun indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia melemah 0,09 persen ke posisi 99,78.
Terhadap mata uang lain, rupiah tercatat melemah 0,04 persen terhadap poundsterling Inggris menjadi Rp20.054. Namun, rupiah menguat 0,02 persen terhadap dolar Kanada ke level Rp12.838. Sementara terhadap dolar Australia, rupiah turun 0,10 persen ke posisi Rp12.628.
Analis mata uang Lukman Leong menilai penguatan rupiah didorong meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi meredanya ketegangan di Timur Tengah. Sentimen tersebut muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim kesepakatan dengan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat.
“Rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS seiring meningkatnya harapan terciptanya perdamaian di Timur Tengah,” ujar Lukman, Jumat (12/6/2026).
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu


