TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pemkot Andalkan Guru Ngaji Berantas Buta Huruf Al-Qur'an

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Redaksi
Kamis, 18 Juni 2026 | 07:55 WIB
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat menyampaikan pesannya dalam acara Tangerang Selatan Mengaji di Kecamatan Setu.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat menyampaikan pesannya dalam acara Tangerang Selatan Mengaji di Kecamatan Setu.

SETU-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat pembangunan karakter masyarakat melalui sektor keagamaan. Salah satu target yang dicanangkan adalah mewujudkan masyarakat yang bebas dari buta huruf Al-Qur'an dengan mengoptimalkan peran ribuan guru ngaji yang tersebar di seluruh wilayah kota.

 

 Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie saat menghadiri kegiatan Tangsel Mengaji yang digelar bersama Forum Persatuan Guru Ngaji Kota Tangerang Selatan (FPGN KTS) di Aula Kecamatan Setu, Rabu (17/6).

 

 Benyamin mengatakan, pembangunan Kota Tangsel tidak hanya diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan modern, tetapi juga religius. Hal itu bahkan telah menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang tertuang dalam peraturan daerah.

 

 "Target pembangunan Kota Tangerang Selatan adalah religius, cerdas, dan modern. Karena itu ke depan kita ingin tidak ada lagi masyarakat yang buta huruf Al-Qur'an," ujar Benyamin.

 

 Menurutnya, Tangsel memiliki potensi besar untuk mewujudkan target tersebut. Selain memiliki banyak pondok pesantren dan majelis taklim, kota ini juga didukung ribuan guru ngaji dan ulama yang aktif membina masyarakat.

 

 Ia menegaskan, meski berkembang sebagai kota modern dan megapolitan, Tangsel tidak pernah meninggalkan akar nilai-nilai keagamaan yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakatnya.

 

 "Potensi guru ngaji, ulama, pondok pesantren, dan majelis taklim di Tangerang Selatan sangat besar. Itu menjadi modal penting untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat," katanya.

 

 Benyamin menyebut, kuatnya tradisi keagamaan di Tangsel turut tercermin dari prestasi daerah yang berhasil meraih juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten selama tujuh kali berturut-turut.

 

 Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya proses belajar agama yang dilakukan secara langsung melalui guru. Menurutnya, perkembangan teknologi digital tidak boleh menggeser esensi pembelajaran agama yang memiliki sanad dan pembimbing yang jelas.

 

 "Ngaji yang benar itu ada gurunya, ada muridnya, ada temanya, dan dilakukan secara langsung. Ini menjadi penting di tengah kecenderungan sebagian masyarakat yang belajar agama hanya melalui media digital tanpa pendampingan yang jelas," ungkapnya.

 

 Karena itu, Pemkot Tangsel terus mendorong penguatan kapasitas para guru ngaji melalui berbagai program pembinaan dan pemberian insentif. Kegiatan Tangsel Mengaji yang digelar secara rutin dan bergilir di setiap kecamatan menjadi salah satu upaya untuk menyegarkan kembali wawasan keagamaan para pengajar Al-Qur'an.

 

 Dalam forum tersebut, para guru ngaji mendapatkan pembinaan dari para kiai sebelum kembali mengajarkan ilmunya kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

 

 Selain pembinaan, Pemkot Tangsel juga memberikan insentif kepada para guru ngaji. Saat ini tercatat sekitar 3.400 guru ngaji telah menerima insentif, sementara sekitar 1.500 lainnya berpotensi mendapatkan bantuan serupa setelah terdata secara administratif.

 

 "Hampir lima ribu potensi guru ngaji yang ada di Tangerang Selatan. Ke depan metode pembelajaran dan pembinaannya juga akan terus diperbarui agar semakin efektif," jelas Benyamin.

 

 Sementara, Camat Setu, Erwin Gemala Putra mengatakan, kegiatan Tangsel Mengaji kali ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas pengurus Forum Persatuan Guru Ngaji Kecamatan Setu serta para guru ngaji dari berbagai wilayah di Kecamatan Setu.

 

 Menurutnya, keberadaan guru ngaji memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur'an masyarakat sekaligus menekan angka warga yang belum bisa mengaji.

 

 "Guru ngaji memiliki tugas yang sangat mulia. Salah satunya membantu meminimalisir jumlah warga yang belum bisa membaca Al-Qur'an. Ini kegiatan yang baik dan sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujar Erwin.

 

 Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan motivasi para guru ngaji untuk terus mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat, khususnya bagi warga dewasa yang masih belum lancar membaca Al-Qur'an.

 

 "Mudah-mudahan para guru ngaji semakin semangat memberikan ilmunya sehingga warga yang belum bisa membaca Al-Qur'an dapat terbantu dan jumlahnya terus berkurang," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit