TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Gedung Sarana Golf di Depok Ludes Terbakar, 14 Mobil Buggy Hangus Diduga Akibat Korsleting Listrik

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

DEPOK – Kebakaran hebat melanda sebuah gedung sarana olahraga golf tiga lantai di kawasan Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok, Sabtu (1/8/2026) dini hari. Selain meludeskan bangunan, kobaran api juga menghanguskan 14 unit mobil golf (buggy).


Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Petugas dari UPT Damkar Cinere tiba di lokasi delapan menit kemudian dan langsung melakukan upaya pemadaman.


"Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan mendapati api sudah membesar hingga melahap gedung tiga lantai," kata Tessy.
Untuk menjinakkan api, DPKP Kota Depok mengerahkan tujuh unit mobil pompa dan ranger serta satu unit ambulans sebagai antisipasi.


Petugas kemudian melokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya. Saat proses pemadaman berlangsung, petugas menemukan 14 unit mobil buggy yang ikut terbakar di dalam gedung.


Proses pemadaman berlangsung sekitar empat jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Setelah itu, petugas melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan keterangan sementara dari warga, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari salah satu ruangan di dalam gedung.


"Taksiran kerugian sementara dari 14 unit mobil buggy yang terbakar mencapai sekitar Rp500 juta," ujar Tessy.
Data DPKP Kota Depok mencatat, hingga Juni 2026 telah terjadi 100 kasus kebakaran di wilayah Depok. Sebanyak 71 di antaranya disebabkan korsleting listrik, 15 kasus akibat kebocoran tabung gas atau kompor, 12 kasus karena kelalaian manusia, dan sisanya dipicu faktor lainnya.


Tessy menambahkan, rata-rata waktu tanggap (response time) penanganan kebakaran di Kota Depok terus membaik. Pada Januari–Maret 2026, waktu tanggap rata-rata mencapai 10,57 menit, kemudian meningkat menjadi 8,26 menit pada periode April–Juni 2026.


"Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit