TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kenaikan BBM Dibayangi Inflasi

Pemkot Jaga Daya Beli Lewat Stabilitas Pangan

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Redaksi
Kamis, 18 Juni 2026 | 08:31 WIB
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie fokus menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie fokus menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.

SETU-Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berpotensi memicu inflasi menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Untuk menjaga daya beli masyarakat tetap kuat di tengah tekanan kenaikan biaya hidup, Pemkot Tangsel fokus menjaga stabilitas pasokan pangan dan memperluas perlindungan sosial bagi warga.

 

 Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran menjadi faktor penting untuk menahan laju kenaikan harga. Karena itu, pihaknya meminta perangkat daerah terkait memastikan stok pangan tetap aman dan distribusi berjalan lancar.

 

 “Yang pertama, saya dorong konsumsi masyarakat tetap terjaga dengan catatan pasokan barang-barangnya terkendali, ada. Makanya saya dorong Dinas Industri dan Perdagangan, dinas-dinas yang terkait dengan stok pangan di pasar-pasar di Tangsel ini agar tetap tersedia. Supaya supply dan demand-nya terus seimbang,” ujar Benyamin, Rabu (17/6).

 

 Menurutnya, keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi kunci menjaga stabilitas harga di tengah kenaikan BBM. Dengan stok yang cukup, lonjakan harga kebutuhan pokok dapat ditekan sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus.

 

 Untuk menjamin ketersediaan bahan pangan, Pemkot Tangsel terus memperkuat kerja sama dengan sejumlah daerah pemasok. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski terjadi gejolak harga di pasar.

 

 Benyamin menjelaskan, kerja sama tersebut antara lain dilakukan dengan Pasar Induk Cipinang Jakarta untuk pasokan pangan, Kabupaten Lebak untuk komoditas beras, serta petani di wilayah Subang.

 

 “Kemudian kerja sama kita dengan Pasar di Cipinang, pasar di Lebak untuk beras, lalu dengan Subang kalau tidak salah, dengan petani-petani di sana terus kita jaga,” katanya.

 

 Selain menjaga stabilitas pasokan pangan, Pemkot Tangsel juga mengoptimalkan berbagai program bantuan sosial guna meringankan beban masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kemampuan belanja warga di tengah kenaikan harga.

 

 Salah satu program yang terus diperluas adalah perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok masyarakat tertentu.

 

 “Dan bantuan-bantuan sosial terus kita salurkan untuk meringankan. Salah satu contohnya, banyak BPJS Ketenagakerjaan kita luncurkan dalam kerangka menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.

 

 Di sisi lain, Benyamin mengajak masyarakat mulai memanfaatkan transportasi massal sebagai alternatif untuk menekan pengeluaran akibat kenaikan harga BBM. Menurutnya, perubahan pola mobilitas tersebut dapat membantu masyarakat menghemat biaya transportasi sehari-hari.

 

 “Saya harapkan masyarakat dapat beralih ke transportasi massal. Intinya, menstabilkan supply dan demand itu kuncinya,” pungkasnya.

 

 Pemkot Tangsel berharap kombinasi antara stabilitas pasokan pangan, bantuan sosial, dan pemanfaatan transportasi massal dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi dampak inflasi yang berpotensi muncul akibat kenaikan harga BBM.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit