Eksekusi Kawasan Hotel Sultan Memanas, Polisi Amankan 69 Orang dan Puluhan Terluka
JAKARTA — Proses pengosongan dan eksekusi kawasan Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (18/6/2026), berlangsung ricuh dan berujung pada pengamanan puluhan orang oleh aparat kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 69 orang yang diamankan, dengan kemungkinan jumlah tersebut masih dapat bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan.
Menurutnya, orang-orang yang diamankan diduga bukan penghuni apartemen maupun tamu hotel, melainkan massa yang berada di lokasi dan diduga berupaya menghambat jalannya proses eksekusi aset.
Pihak kepolisian juga masih menelusuri asal-usul massa yang disebut berjumlah ratusan orang. Dugaan sementara, mereka datang secara terorganisasi untuk melakukan penolakan terhadap pelaksanaan eksekusi.
Kericuhan yang terjadi turut menyebabkan 29 orang mengalami luka-luka. Korban terdiri dari personel gabungan TNI–Polri serta masyarakat sipil yang berada di area tersebut saat insiden berlangsung.
Rinciannya, sebagian besar korban berasal dari unsur kepolisian yang mengalami luka ringan akibat lemparan benda keras. Selain itu, seorang anggota TNI dilaporkan mengalami cedera di bagian pelipis, sementara dua warga sipil juga ikut terdampak.
Seluruh korban disebut telah memperoleh penanganan medis.
Dalam peristiwa tersebut, Wakil Menteri ATR/BPN Bambang Eko Suhariyanto juga dilaporkan terkena lemparan yang mengenai bagian kaki saat berada di lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi mulai memanas ketika sekelompok massa menutup akses masuk dan menghadang kedatangan aparat gabungan bersama petugas yang bertugas menjalankan eksekusi.
Aparat sempat melakukan pendekatan persuasif dan memberikan imbauan agar area dikosongkan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga ketegangan meningkat.
Saat petugas mulai bergerak memasuki area yang telah dipasangi pembatas, sejumlah benda seperti batu dan botol dilemparkan ke arah aparat. Untuk mengendalikan keadaan, polisi akhirnya mengerahkan kendaraan water cannon yang telah disiagakan.
Setelah situasi berangsur terkendali, sebagian massa meninggalkan lokasi dan aparat melanjutkan pengamanan di sekitar kawasan Hotel Sultan serta meminta masyarakat yang masih berada di dalam area untuk segera keluar.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



