TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bebaskan Trotoar dari Parkir Ojol, Pramono Dorong Aplikator Sediakan Kantong Parkir

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 26 Juni 2026 | 06:54 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA — Maraknya kendaraan ojek online (ojol) yang parkir di bahu jalan dan trotoar dinilai semakin mengganggu kelancaran lalu lintas serta kenyamanan pejalan kaki. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan memanggil perusahaan aplikasi transportasi daring guna membahas penyediaan kantong parkir khusus bagi pengemudi ojol.

 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menata ruang publik agar tetap tertib, tanpa mengabaikan kebutuhan para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari layanan transportasi online.

 

“Saya sudah memanggil manajemen ojol untuk bersama-sama menangani persoalan ini,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

 

Menurut Pramono, penataan parkir akan dilakukan secara konsisten di berbagai wilayah Jakarta. Sejumlah kawasan yang telah ditata, seperti Blok M, menunjukkan hasil yang positif dalam menciptakan ruang publik yang lebih tertib dan nyaman.

 

Dalam waktu dekat, Pemprov DKI juga akan melakukan pengaturan parkir secara menyeluruh, mencakup gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga ruang publik lainnya.

 

Pramono mengakui, meningkatnya jumlah pengemudi ojol membutuhkan pola pengelolaan baru. Namun, ia menilai penyediaan fasilitas parkir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

 

Menurutnya, perusahaan aplikasi perlu ikut bertanggung jawab dengan menyediakan titik-titik parkir yang memadai di lokasi strategis.

 

“Trotoar yang sudah ditata jangan sampai berubah fungsi menjadi area parkir liar. Contohnya Jalan Rasuna Said yang sudah diperbaiki dan memiliki trotoar luas, harus tetap digunakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Sebagai solusi, Pemprov membuka peluang kerja sama dengan perusahaan aplikasi untuk menghadirkan kantong parkir khusus di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas pengemudi ojol.

 

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana meminta penegakan aturan dilakukan secara proporsional dan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

 

Ia menyoroti banyak pengemudi yang terpaksa parkir sembarangan karena lokasi parkir resmi sering kali jauh dari titik pengambilan pesanan.

 

“Kasihan para pengemudi ojol. Mereka bukan sengaja melanggar, tetapi sering tidak punya pilihan saat mengambil pesanan pelanggan,” ujarnya.

 

Justin mengusulkan penyediaan kantong parkir gratis di kawasan padat restoran dan pusat kuliner agar persoalan serupa tidak terus berulang.

 

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyatakan pihaknya bersama komunitas ojol sepakat memperkuat kolaborasi untuk menciptakan ketertiban lalu lintas dan sistem parkir yang lebih baik.

 

Dishub juga akan berkoordinasi dengan komunitas pengemudi, pengelola gedung, dan operator aplikasi guna memperluas akses parkir di gedung maupun pusat perbelanjaan.

 

Budi memastikan penertiban di lapangan tetap dilakukan dengan pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis sesuai arahan gubernur.

 

Selain itu, kendaraan yang diamankan petugas dapat diambil kembali tanpa biaya maupun denda. Pemilik kendaraan hanya diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran.

 

Ke depan, Dishub juga akan menggandeng komunitas ojol untuk memperkuat edukasi keselamatan berkendara, termasuk sosialisasi larangan parkir sembarangan dan tertib berlalu lintas.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit