TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Hambat Rencana Pembangunan PSEL di Kabupaten Tangerang

Reporter & Editor : AY
Jumat, 03 Juli 2026 | 08:17 WIB
Bupati Tangerang Maesyal (tengah) saat meninjau kebakaran TPA Jatiwaringin. Foto : Ist
Bupati Tangerang Maesyal (tengah) saat meninjau kebakaran TPA Jatiwaringin. Foto : Ist

TANGERANG – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, selama tiga hari sejak Selasa (30/6) hingga Kamis (2/7/2026), dipastikan tidak mengganggu persiapan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan lahan yang telah disiapkan untuk proyek PSEL berada dalam kondisi aman. Sejumlah langkah mitigasi juga dilakukan agar kobaran api tidak merambat ke area pembangunan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan tumpukan sampah di sekitar lokasi proyek akan dipindahkan ke area lain guna menciptakan jarak aman dari titik kebakaran.


"Seharusnya tidak mengganggu. Tumpukan sampah di bagian depan memang akan kami pindahkan ke lokasi lain agar ada jarak yang cukup dengan lahan yang direncanakan untuk pembangunan PSEL," ujar Ujat, Kamis (2/7).


Menurutnya, lokasi pembangunan PSEL masih berada di zona aman. Pemindahan tumpukan sampah juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko apabila kebakaran kembali meluas.


Di tengah proses penanganan kebakaran, aktivitas pengangkutan sampah menuju TPA Jatiwaringin tetap berjalan normal. Sekitar 1.200 ton sampah setiap hari masih masuk ke lokasi pembuangan, meski sempat terjadi antrean kendaraan pengangkut.
"Volume sampah yang masuk tetap sekitar 1.200 ton per hari. Memang sempat terjadi antrean, tetapi pelayanan tetap berjalan," katanya.


Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan proses pemadaman dengan mengerahkan dua helikopter untuk melakukan water bombing.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengatakan penyiraman dari udara akan terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman api yang masih membakar puncak tumpukan sampah.


"Kami terus mengoptimalkan pemadaman. Sore ini dua helikopter kembali melakukan penyiraman sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin," kata Djohan.
Ia menjelaskan operasi water bombing baru dimulai sehari sebelumnya sehingga efektivitasnya masih terus ditingkatkan.


"Karena baru dimulai kemarin dan pelaksanaannya baru sekitar satu jam, sekarang kami maksimalkan agar hasilnya lebih optimal," ujarnya.
Selain penyiraman dari udara, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka jalur akses menuju titik api. Langkah tersebut dilakukan agar mobil pemadam kebakaran beserta selang dapat menjangkau area yang sebelumnya sulit dilalui.


"Pembuatan jalan terobos menjadi salah satu solusi agar kendaraan dan peralatan pemadam bisa masuk lebih dekat ke titik kebakaran," pungkasnya.
Versi ini lebih ringkas, mengalir, dan bergaya berita tanpa mengubah substansi informasi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit