Bupati Dewi : Skill Menjadi Modal Utama Santri Hadapi Dunia Kerja
PANDEGLANG - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menegaskan bahwa keterampilan (skill) merupakan modal utama yang harus dimiliki setiap pelajar untuk mampu bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, santri diharapkan terus mengasah kemampuan, serta kreativitas selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes).
Hal itu disampaikan Bupati Dewi, saat membuka Panggung Kreasi Santri dan Haflah Khataman di Ponpes Al-Madina, tepatnya di Kampung Kadubincarung, Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (4/7) malam.
“Kita harus memiliki kemampuan. Panggung kreasi ini menjadi wadah untuk mengasah keterampilan, mengembangkan ide, dan menuangkan gagasan. Apa yang ditampilkan hari ini, menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga bagi para santri Al-Madina,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai penampilan seni, kreativitas, serta kemampuan para santri ditampilkan di hadapan tamu undangan. Menurut Bupati Dewi, keberhasilan para santri menampilkan berbagai pertunjukan tidak terlepas dari dedikasi, kesabaran, dan ketulusan para guru, serta ustaz dalam membimbing mereka.
“Kami yakin para ustaz dan ustazah telah membimbing anak-anak kita dengan penuh kesabaran, sehingga mereka mampu tampil percaya diri dalam panggung kreasi maupun kegiatan khataman Al-Qur'an,” katanya.
Bupati Dewi juga mengapresiasi sistem pendidikan di Ponpes Al-Madina yang tidak hanya mengembangkan kreativitas seni, tetapi juga membekali santri dengan jiwa kewirausahaan serta pendidikan akhlakul karimah.
“Anak-anakku (santri Al-Madina,red), kalian adalah generasi penerus bangsa. Semoga ilmu yang kalian peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat, dan menjadi bekal untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan,” pesannya.
Sementara, Pimpinan Ponpes Al-Madina, K.H. Dedi Humaedi, mengatakan bahwa seluruh santri didorong untuk belajar secara sungguh-sungguh, baik dalam pendidikan formal maupun nonformal.
“Alhamdulillah, para santri telah dibekali berbagai kemampuan, termasuk penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Mudah-mudahan seluruh suguhan kreativitas yang ditampilkan malam ini dapat memberikan kesan yang baik bagi para tamu undangan,” katanya.
Ia berharap melalui kegiatan Panggung Kreasi Santri tersebut, diharapkan para santri semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri, memiliki keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
“Semoga para santri mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” tandasnya.
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu






