Mahasiswa Universitas Primagraha Kampanye Gerakan Cerdas Memilah Sampah di SDN Pabuaran Kota Serang
SERANG - Mahasiswa Universitas Primagraha (UPG) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), mengajak murid di SDN Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, untuk peduli dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Langkah konkret tersebut bisa dilakukan dengan bijak mengelola sampah melalui Gerakan Cerdas Memilah Sampah.
Program edukasi ini sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri, sebuah inisiatif nasional untuk mewujudkan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik (Bersih dan Rapi), serta Indah. Di tingkat daerah, gerakan tersebut juga mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Serang Bersih, yang mengedepankan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Melalui sosialisasi, simulasi, dan penyediaan sarana pemilahan sampah, para siswa diajak memahami pentingnya membedakan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Langkah sederhana ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan.
Perwakilan KKM 14, Virgiawansach menjelaskan, program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah yang masih banyak ditemukan di lingkungan sekolah maupun permukiman.
Menurutnya, rendahnya kebiasaan memilah sampah sejak dari sumber menjadi salah satu penyebab meningkatnya volume sampah yang sulit dikelola.
Sebagai bentuk solusi sederhana namun berdampak, KKM 14 memanfaatkan limbah kemasan air mineral untuk dijadikan tempat sampah organik dan anorganik yang lebih fungsional.
"Tempat sampah ini kami buat dari limbah plastik bekas kemasan air mineral, kemudian didesain menggunakan jaring dengan ukuran lebih tinggi sehingga mampu menampung sampah lebih banyak sekaligus memudahkan proses pemilahannya," ujar Virgiawansach, melalui siaran pers yang diterima tangselpos.id, Jumat (17/7/2026).
Ia berharap, edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, melainkan menjadi kebiasaan yang terus diterapkan oleh para siswa, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.
"Kami berharap siswa SDN Pabuaran dapat konsisten memilah sampah sesuai jenisnya dan menjadi agen perubahan yang mengajak keluarga serta masyarakat di sekitarnya untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan," tuturnya.
Wali Kelas VI SD Negeri Pabuaran, Ahmad Syafei mengatakan, Gerakan Cerdas Memilah Sampah merupakan langkah konkret untuk membangun karakter peduli lingkungan di sekolah.
"Anak-anak sering membeli jajanan, namun masih banyak yang belum terbiasa membuang sampah sesuai jenisnya. Sampah organik dan anorganik sering tercampur sehingga menimbulkan bau dan menyulitkan proses pengelolaan," ujar Ahmad Syafei.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi angin segar karena memberikan wawasan baru kepada para siswa mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas sosialisasi dan bantuan tempat sampah organik serta anorganik. Semoga siswa-siswi SDN Pabuaran dapat membiasakan diri membuang sampah sesuai jenisnya dan menjadikannya sebagai budaya sehari-hari," katanya.
Gerakan Cerdas Memilah Sampah menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Ketika sekolah, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, cita-cita mewujudkan Kota Serang yang bersih, sehat, dan nyaman bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan melalui aksi nyata setiap hari.(*)
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 22 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




