TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Ratusan Pebalap Mini 4WD Ramaikan Kapolres Cup Tangsel, Saling Unjuk Kecepatan di Lintasan

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Minggu, 19 Juli 2026 | 18:03 WIB
Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Mini 4WD Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tangsel, Heris Cahya Kusuma. (Ist)
Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Mini 4WD Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tangsel, Heris Cahya Kusuma. (Ist)

SERPONG – Ratusan pebalap Mini 4WD dari berbagai daerah di Jabodetabek memadati Mal Teras Kota, Serpong, dalam ajang Kapolres Cup Tangsel, Minggu (19/7). Kejuaraan yang digelar selama dua hari itu menjadi arena adu kecepatan sekaligus ajang pemetaan kekuatan atlet Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026.

 

Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Mini 4WD Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tangsel, Heris Cahya Kusuma mengatakan, pada ajang ini perlombaan mempertandingkan dua kelas, yakni Indonesian Damper Class (IDC) pada Sabtu (18/7) dan Indonesian Open Class (IOC) pada Minggu (19/7).

 

"Event ini kami laksanakan sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2026, di mana Tangsel menjadi tuan rumah. Sekaligus menjadi ajang try out dan mapping kekuatan atlet maupun calon lawan dari kota dan kabupaten lain," ujar Heris.

 

Ia menjelaskan, kelas IDC diikuti sekitar 20 tim dengan kurang lebih 150 peserta. Sementara kelas IOC diikuti 15 tim dengan sekitar 100 peserta. Mayoritas peserta berasal dari wilayah Jabodetabek.

 

Menurut Heris, kejuaraan tersebut juga menjadi langkah awal IMI Tangsel dalam menyiapkan atlet yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas pada Porprov mendatang.

 

"Kami ingin melihat kemampuan atlet Tangsel sekaligus memetakan kekuatan lawan. Harapannya nanti kita bisa lebih siap dan meraih medali emas," katanya.

 

Selama dua hari pelaksanaan, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp15 juta, terdiri dari Rp10 juta untuk kelas IDC dan Rp5 juta untuk kelas IOC. Penilaian meliputi juara 1 hingga 4 serta kategori Best Time Overall, yakni tim dengan catatan waktu tercepat dalam tiga putaran lintasan.

 

"Yang bertanding adalah tim, bukan individu. Satu tim terdiri dari enam racer," jelasnya.

 

 

Sementara itu, Panitia Teknis Kapolres Cup, Pojay, mengatakan kejuaraan mengacu pada regulasi resmi IMI yang saat ini memiliki tiga kelas, yakni Indonesian Basic Class (IBC), Indonesian Damper Class (IDC), dan Indonesian Open Class (IOC). Namun pada Kapolres Cup kali ini hanya mempertandingkan dua kelas.

 

Ia menjelaskan, kelas IDC masih membatasi modifikasi kendaraan sehingga bersifat plug and play dan tidak boleh diubah secara ekstrem. Sebaliknya, kelas IOC memberikan ruang modifikasi lebih luas, namun tetap mengikuti regulasi yang berlaku.

 

"Kalau IOC modifikasinya lebih bebas, tetapi tetap ada batasannya sesuai aturan IMI," ujarnya.

 

Pojay menambahkan, sistem perlombaan menggunakan babak penyisihan. Setiap tim harus mampu menyelesaikan tiga putaran lintasan untuk memperoleh kupon sebagai syarat lolos ke babak berikutnya. Seleksi dilakukan secara bertahap hingga tersisa tim-tim terbaik yang bersaing di babak final.

 

"Jadi makin lama semakin mengerucut. Hingga sampai keluar juaranya. Biasanya sampai 6 babak," imbuhnya.

 

Selain menjadi ajang kompetisi, Kapolres Cup juga diharapkan mampu meningkatkan gairah komunitas Mini 4WD di Banten sekaligus menjadi bekal menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi hingga Porprov 2026.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit