TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Damaikan Koalisi Perubahan

Anies Pakai Jurus Makan Nasi Padang

Laporan: AY
Sabtu, 19 November 2022 | 10:35 WIB
Anies Baswedan saat mengumpulkan partai pendukungnya di restoran nasi padang di daerah Jakarta Selatan. (Ist)
Anies Baswedan saat mengumpulkan partai pendukungnya di restoran nasi padang di daerah Jakarta Selatan. (Ist)

JAKARTA - Capres dari Nasdem Anies Baswedan mengumpul­kan partai pendukungnya yang memanas karena urusan cawa­pres.

Dengan jurus makan “nasi padang”, Anies berhasil damai­kan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan itu.

Momen Anies sarapan bareng Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, di Solo, Selasa (15/11) lalu, nyaris bikin Koalisi NasDem, PKS dan Demokrat gontok-gontokan.

Gara-garanya, ada pernyataan elite NasDem yang bilang putra sulung Presiden Jokowi itu berpeluang men­jadi Cawapres Anies.

Demokrat yang menjagokan ketumnya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat sewot. Bahkan menyerang Nas­Dem. PKS juga bingung.

Karena sosok yang mereka perjuangkan untuk mendampingi Anies adalah mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher). Nama Gibran tidak pernah diba­has dalam tim kecil Koalisi Perubahan.

Sebelum kondisi makin ruwet, Anies langsung mengumpulkan para elite partai pendukungnya  Mereka berkumpul di Rumah Makan (RM) Pagi Sore, di kawasan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, setelah salat Jumat.kemarin.

Anies tiba di RM Padang tersebut sekitar pukul setengah 2 siang. Ia didampingi Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, Mahkamah Par­tai NasDem Saur Hutabarat dan Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto.

Selain itu, ada juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman, Ketua DPP PKS Pipin Sopian, mantan Men­teri ESDM Sudirman Said yang juga merupakan tim Anies dan beberapa tokoh lainnya.

Benar saja, di RM Pagi Sore itu suasana menjadi adem. Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky mengatakan, komunikasi antara partainya dengan NasDem masih berjalan baik.

Justru, setelah terlibat aksi saling sindir terkait pendamping Anies itu, klaim Riefky, mereka makin kompak. "Jadi sebetulnya saling mengingatkan itu biasa," kata Teuku Riefky, kemarin.

Anggota DPR asal Aceh itu juga tak sungkan-sungkan menyampaikan permintaan maaf, jika ada pihak yang kecewa melihat perseteruan antara Demokrat dan NasDem beberapa hari lalu.

"Mohon maaf kalau ada penonton yang kecewa, tetapi kami Alhamdulillah baik-baik saja," sambungnya.

Komentar dari NasDem juga sejuk. Ketua Ketua DPP NasDem Willy Aditya merasa hubungan partainya dengan Demokrat dan PKS tidak ada masalah. Komunikasi di tim kecil juga masih intens. Menurutnya wajar-wajar saja, jika dalam perjalanannya ada mis atau kesalahan dalam komunikasi.

"Tapi kami tidak ingin masuk angin, apalagi kami ini bukan domba, jadi eng­gak suka diadu," kata Willy, kemarin.

Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid memastikan, hubungan antara NasDem dan Demokrat masih mesra. Terbukti kedua elite parpol ini masih bisa makan semeja RM Padang ber­sama Anies, kemarin siang.

Menurutnya, ketegangan yang sempat terjadi antara Demokrat dan NasDem adalah hal biasa, bagian dari dinamika. Karena setiap parpol punya jagoan masing-masing. "Ya sejauh ini guyup," sambungnya.

Lalu figur siapa yang akan ditunjuk Anies jadi cawapres? Anies mengatakan, masih terlalu dini menentukan sia­pa calon pendampingnya. Ia mengaku tak mau buru-buru.

Karena belajar dari pengalaman Pilpres yang sudah 18 ta­hun berjalan sejak reformasi, cawapres selalu ditentukan di menit-menit akhir.

"Tidak ditentukan satu setengah tahun sebelumnya kan. Selalu ketika menjelang waktunya," ujar Anies, kemarin.

Setidaknya, sebut Anies ada 2 alasan kenapa posisi Cawapres ditentukan paling belakangan. Pertama, karena di menit-menit akhir koalisi sudah sema­kin solid.

“Kedua, kita tahu siapa saja yang berpotensi menjadi kompetitor. Dari situ kemudian ketemu kombinasi pasangan yang tepat," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menyentil Nas­Dem perihal calon pendamping Anies. Ia meminta, agar NasDem tidak mengobral posisi cawapres ke pihak lain, se­lain yang sudah dibicarakan di koalisi.

"Jangan setiap bertemu figur di luar PKS dan Demokrat, NasDem menawarkan sana-sini," sentil Andi Arief di akun Twitter-nya, yang dilihat kemarin. 

Sumber berita rm.id :

https://rm.id/baca-berita/nasional/149366/damaikan-koalisi-perubahan-anies-pakai-jurus-makan-nasi-padang

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo