Menkes: 112 Juta Warga Indonesia Masih Alami Kekurangan Gizi, MBG Jadi Solusi Strategis
JAKARTA – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa persoalan kekurangan gizi dan stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sekitar 112 juta penduduk masih mengalami kekurangan gizi.
Hal tersebut disampaikan Budi usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri terkait penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (30/7/2026).
"Di mata Kementerian Kesehatan, persoalan gizi merupakan salah satu masalah utama kesehatan nasional," ujar Budi.
Ia menjelaskan, data Susenas 2024 yang melibatkan sekitar 1,5 juta sampel menunjukkan empat desil atau sekitar 40 persen penduduk Indonesia masih mengalami kekurangan gizi. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 112 juta jiwa.
Selain itu, angka stunting di Indonesia masih berada di kisaran 20 persen. Dari sekitar 25 juta anak, jutaan di antaranya masih terdampak stunting yang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Hasil Cek Kesehatan Gratis juga menunjukkan sebagian besar anak hingga tingkat SMA masih mengalami gizi kurang. Memang ada kasus gizi lebih, terutama pada remaja dan orang dewasa di perkotaan, tetapi mayoritas persoalannya masih kekurangan gizi," jelasnya.
Karena itu, Budi menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
"Dari sudut pandang Kementerian Kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat baik dan sangat penting untuk terus dijalankan," tegasnya.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 18 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 7 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu



