TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dukungan untuk Infantino Kian Rontok, Inggris Ikuti Wales Tolak Pencalonan Presiden FIFA

Reporter & Editor : AY
Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:01 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino. Foto : Ist
Presiden FIFA Gianni Infantino. Foto : Ist

SWISS – Gelombang penolakan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA terus membesar. Setelah Asosiasi Sepak Bola Wales (FAW), Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan juga akan mencabut dukungannya terhadap pria asal Swiss tersebut.


Perubahan sikap ini dipicu kegagalan FIFA merealisasikan rencana penjualan sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Proyek yang ditargetkan menghimpun dana hingga 4,2 miliar dolar AS itu akhirnya batal, memicu kritik terhadap tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut.


Akibat kegagalan itu, peluang Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode 2027–2031 kini mulai dipertanyakan. Dukungan yang sebelumnya diyakini solid perlahan mulai tergerus.


FAW menjadi federasi pertama yang secara resmi menarik dukungan. Dalam pernyataannya, FAW menilai Infantino telah kehilangan kepercayaan akibat berbagai persoalan kepemimpinan, tata kelola, proses pengambilan keputusan, komunikasi, hingga pengelolaan pemangku kepentingan.


"Kegagalan mengutamakan kepentingan terbaik sepak bola merupakan hal yang tidak dapat kami terima," demikian pernyataan FAW yang dikutip Reuters, Senin (3/8/2026).


Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah UEFA dan CONCACAF juga menyatakan hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinannya. UEFA bahkan dikabarkan telah mengeluarkan perintah pelestarian dokumen untuk mengantisipasi kemungkinan penyelidikan lebih lanjut terkait proyek komersial FIFA.


Infantino, yang menjabat Presiden FIFA sejak 2016 menggantikan Sepp Blatter, sebelumnya mengumumkan akan kembali maju pada pemilihan 2027. Berbeda dengan dua pemilihan sebelumnya yang berlangsung tanpa penantang, pencalonan kali ini diperkirakan tidak lagi berjalan mulus.


Sejumlah pengamat menilai polemik proyek penjualan saham Piala Dunia telah memunculkan ketidakpuasan di kalangan anggota FIFA. Kondisi tersebut berpotensi menjadi tantangan serius bagi Infantino menjelang Kongres FIFA di Maroko pada Maret mendatang.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit