TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Batal Serang Iran, Trump Pilih Jalur Diplomasi "Saya Tak Ingin Bunuh Orang"

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:49 WIB
Presiden AS Donald Trump. Foto : Ist
Presiden AS Donald Trump. Foto : Ist

AS – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Washington dan Teheran kembali membuka jalur perundingan untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz serta membahas program nuklir Iran. Trump menegaskan, diplomasi menjadi pilihan utama setelah membatalkan rencana serangan terhadap Iran pada Minggu (2/8/2026).


Menurut Trump, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan komunikasi dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran. Ia menilai peluang tercapainya kesepakatan kini semakin besar.


"Jelas mereka tidak ingin diserang. Mereka tahu seberapa besar serangan yang bisa terjadi karena mereka melihat persiapannya," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One, dikutip Anadolu Agency.


Trump mengatakan, pembahasan difokuskan pada keamanan Selat Hormuz dan isu denuklirisasi Iran. Meski begitu, ia tidak mengungkapkan lokasi maupun pihak yang akan terlibat dalam perundingan, serta enggan menetapkan batas waktu tercapainya kesepakatan.
"Jika perang terjadi, tak terhitung nyawa yang akan melayang. Kami tidak menginginkan itu. Saya tak ingin membunuh orang," ujarnya.


Meski mengedepankan diplomasi, Trump menegaskan AS tetap siap mengambil langkah lain apabila proses negosiasi tidak membuahkan hasil.
Di pihak lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan AS cukup memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati apabila benar-benar ingin melanjutkan diplomasi. Menurutnya, konsistensi terhadap kesepakatan menjadi kunci menjaga stabilitas kawasan.


Sementara itu, Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran Majid Ebn-e-Reza menilai pernyataan Trump sebagai bagian dari operasi psikologis. Ia memastikan militer Iran tetap berada dalam kondisi siaga penuh.


Sejumlah pejabat militer Iran juga membantah klaim Trump bahwa Teheran meminta penghentian serangan. Mereka menyebut pernyataan tersebut tidak berdasar. Sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran pun menegaskan belum ada kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.


Sebelumnya, menurut laporan Axios, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menghubungi Trump dan memperingatkan bahwa serangan AS terhadap Iran berpotensi memicu serangan balasan terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi dan negara-negara Teluk. Setelah komunikasi tersebut, Trump memutuskan membatalkan rencana serangan dan kembali membuka jalur diplomasi.


Harapan pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik langsung menekan harga minyak dunia. Minyak Brent turun 4,64 persen menjadi 83,85 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 4,74 persen ke level 80,66 dolar AS per barel.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit