TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

5 Mahasiswa Dari 4 Negara Terkesan Tutug Oncom

Kepincut Potensi Wisata Di Tangsel

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:45 WIB
MAHASISWA. Dinas Pariwisata saat menyambut empat mahasiswa mancanegara yang berkunjung ke Tangsel.
MAHASISWA. Dinas Pariwisata saat menyambut empat mahasiswa mancanegara yang berkunjung ke Tangsel.

CIPUTAT-Sekitar lima mahasiswa dari empat negara pelajari potensi wisata di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kelimanya sedang mengikuti program yang digelar organisasi internasional AIESEC untuk mengenal lebih dekat potensi pariwisata, budaya, dan kuliner khas Tangsel.

 

 Kelima peserta tersebut berasal dari Pakistan, Polandia, Kazakhstan, dan China. Mereka didampingi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta selama mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sekitar tiga bulan.

 

 Kepala Dinas Pariwisata Tangsel, Mohamad Ervin Ardani mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari program AIESEC yang tahun ini mengusung tema pariwisata (tourism). Melalui kegiatan itu, para peserta diajak mengeksplorasi berbagai destinasi wisata sekaligus mengenal budaya lokal.

 

 "Ini kunjungan AIESEC. Anggotanya mahasiswa dari berbagai negara. Tahun ini temanya pariwisata, sehingga mereka datang untuk mempelajari potensi wisata di Tangsel," ujar Ervin di Puspemkot Tangsel, Rabu (5/8).

 

 Ervin menjelaskan, para peserta menentukan sendiri destinasi yang ingin dikunjungi setelah melakukan riset. Sejumlah lokasi yang telah mereka sambangi di antaranya Kampung Ekowisata Keranggan, Kandang Jurang, dan Puspo Budoyo, serta City Gallery Tangsel.

 

 "Mereka yang memilih sendiri destinasi yang ingin dikunjungi. Sebelumnya mereka sudah melakukan riset, jadi kami tinggal memfasilitasi," katanya.

 

 Menurut Ervin, sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari seni dan budaya. Karena itu, selama berada di Tangsel para peserta juga dikenalkan dengan berbagai tradisi serta kuliner khas daerah.

 

 Dinas Pariwisata sengaja menyajikan hidangan tradisional seperti ayam tutug oncom, aneka rebusan, hingga minuman bajigur agar para tamu internasional merasakan pengalaman yang autentik.

 

 "Kami memang sengaja menyajikan makanan yang khas Indonesia. Mereka terlihat antusias, banyak bertanya dan penasaran dengan budaya maupun kuliner yang mereka coba," ungkapnya.

 

 Ervin menilai, kegiatan tersebut menjadi sarana yang baik untuk memperkenalkan potensi wisata Tangsel ke dunia internasional. Selain belajar mengenai pariwisata, para peserta juga mendapat pengalaman kepemimpinan, pertukaran budaya, hingga berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan masyarakat setempat.

 

 Salah seorang peserta asal China, Wu Yuxuan mengaku, terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Tangsel. Ia bahkan baru pertama kali mencicipi ayam tutug oncom. "Rasanya enak," ujarnya singkat.

 

 Wu juga mengaku, tertarik dengan budaya dan destinasi wisata yang dimiliki Tangsel. Meski demikian, menurutnya masih ada hal yang dapat ditingkatkan, terutama akses menuju sejumlah lokasi wisata.

 

 "Tangsel bagus. Budayanya juga bagus, banyak destinasi menarik. Tapi aksesnya masih bisa ditingkatkan," katanya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit