5 Mahasiswa Dari 4 Negara Terkesan Tutug Oncom
Kepincut Potensi Wisata Di Tangsel
CIPUTAT-Sekitar lima mahasiswa dari empat negara pelajari potensi wisata di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kelimanya sedang mengikuti program yang digelar organisasi internasional AIESEC untuk mengenal lebih dekat potensi pariwisata, budaya, dan kuliner khas Tangsel.
Kelima peserta tersebut berasal dari Pakistan, Polandia, Kazakhstan, dan China. Mereka didampingi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta selama mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung sekitar tiga bulan.
Kepala Dinas Pariwisata Tangsel, Mohamad Ervin Ardani mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari program AIESEC yang tahun ini mengusung tema pariwisata (tourism). Melalui kegiatan itu, para peserta diajak mengeksplorasi berbagai destinasi wisata sekaligus mengenal budaya lokal.
"Ini kunjungan AIESEC. Anggotanya mahasiswa dari berbagai negara. Tahun ini temanya pariwisata, sehingga mereka datang untuk mempelajari potensi wisata di Tangsel," ujar Ervin di Puspemkot Tangsel, Rabu (5/8).
Ervin menjelaskan, para peserta menentukan sendiri destinasi yang ingin dikunjungi setelah melakukan riset. Sejumlah lokasi yang telah mereka sambangi di antaranya Kampung Ekowisata Keranggan, Kandang Jurang, dan Puspo Budoyo, serta City Gallery Tangsel.
"Mereka yang memilih sendiri destinasi yang ingin dikunjungi. Sebelumnya mereka sudah melakukan riset, jadi kami tinggal memfasilitasi," katanya.
Menurut Ervin, sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari seni dan budaya. Karena itu, selama berada di Tangsel para peserta juga dikenalkan dengan berbagai tradisi serta kuliner khas daerah.
Dinas Pariwisata sengaja menyajikan hidangan tradisional seperti ayam tutug oncom, aneka rebusan, hingga minuman bajigur agar para tamu internasional merasakan pengalaman yang autentik.
"Kami memang sengaja menyajikan makanan yang khas Indonesia. Mereka terlihat antusias, banyak bertanya dan penasaran dengan budaya maupun kuliner yang mereka coba," ungkapnya.
Ervin menilai, kegiatan tersebut menjadi sarana yang baik untuk memperkenalkan potensi wisata Tangsel ke dunia internasional. Selain belajar mengenai pariwisata, para peserta juga mendapat pengalaman kepemimpinan, pertukaran budaya, hingga berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan masyarakat setempat.
Salah seorang peserta asal China, Wu Yuxuan mengaku, terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Tangsel. Ia bahkan baru pertama kali mencicipi ayam tutug oncom. "Rasanya enak," ujarnya singkat.
Wu juga mengaku, tertarik dengan budaya dan destinasi wisata yang dimiliki Tangsel. Meski demikian, menurutnya masih ada hal yang dapat ditingkatkan, terutama akses menuju sejumlah lokasi wisata.
"Tangsel bagus. Budayanya juga bagus, banyak destinasi menarik. Tapi aksesnya masih bisa ditingkatkan," katanya.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



