TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dituding Lakukan Tekanan Politik, Bos FIFA Gianni Infantino Diserang

Reporter & Editor : AY
Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:35 WIB
Ketua Federasi Sepak Bola Yordania (JFA), Ali bin Al-Hussein (kiri) dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Foto : Ist
Ketua Federasi Sepak Bola Yordania (JFA), Ali bin Al-Hussein (kiri) dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Foto : Ist

SWISS - Ketegangan di tubuh FIFA kembali memanas. Ketua Federasi Sepak Bola Yordania (JFA), Ali bin Al-Hussein, melontarkan tudingan serius terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Ia mengaku mendapat tekanan agar mendukung Infantino pada pemilihan Presiden FIFA 2027.


Ali menilai dukungan politik tersebut dikaitkan dengan pencairan bantuan finansial untuk federasinya. Hingga kini, bonus pemain Yordania dari Arab Cup yang dijanjikan sejak Desember tahun lalu disebut belum juga diterima.


"Kami sudah menunggu sejak Desember tahun lalu untuk bonus pemain dari Arab Cup. Sampai sekarang belum ada kejelasan, sementara FIFA membanggakan cadangan dana miliaran dolar," tulis Ali dalam pernyataan terbuka.


Menurut Ali, persoalan itu bukan sekadar keterlambatan administrasi. Ia mengaku menerima pesan saat Piala Dunia yang mengaitkan dukungan kepada Infantino dengan kelancaran bantuan FIFA.
"Jika kami mendukung Infantino, semuanya akan lebih mudah. Kami tidak mendukungnya sebelumnya dan tidak akan melakukannya sekarang. Ini bukan hal yang bisa kami kompromikan," tegasnya.


Tudingan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan Infantino. Sejumlah tokoh penting FIFA mulai mengambil jarak dari proyek kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE).


Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom bahkan menyebut proyek itu sebagai salah satu episode yang memalukan dalam komunikasi internal organisasi. Kritik serupa juga disampaikan Arsene Wenger yang menegaskan dirinya tidak terlibat dan mendukung penghentian proyek tersebut.


Gelombang penolakan terhadap Infantino juga disebut meluas. Sejumlah federasi, seperti Inggris, Wales, Finlandia, Serbia, hingga Yunani, dilaporkan mulai menarik dukungan terhadap petahana.


Di tengah derasnya tekanan, Infantino dikabarkan menggelar pertemuan darurat bersama jajaran internal FIFA di Rabat, Maroko. Langkah itu dinilai sebagai upaya mempertahankan posisinya menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit