PCNU Tangsel Tetapkan 7 Arah Khidmat 2026-2031
PONDOK AREN-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangsel periode 2026-2031 resmi dilantik. Kepengurusan di bawah pimpinan Ketua Tanfidziyah Abdullah Mas’ud atau Gus Mas’ud itu langsung menetapkan tujuh arah khidmat sebagai pijakan organisasi selama lima tahun ke depan.
Tujuh arah tersebut mencakup penguatan organisasi, pemberdayaan jamaah, kemandirian ekonomi, penguatan pendidikan dan sumber daya manusia (SDM), transformasi digital, penguatan pesantren, serta memperkokoh peran NU sebagai rumah besar kebangsaan.
Pelantikan berlangsung di Graha Aswaja II, Pondok Aren, Senin (10/8). Prosesi tersebut ditandai dengan pembacaan baiat yang dipimpin Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.
Dalam sambutan perdananya setelah dilantik, Gus Mas’ud mengatakan, kepengurusan baru PCNU Tangsel ingin menjadikan periode 2026-2031 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada jamaah dan masyarakat.
“Kami ingin menyatukan tekad dan komitmen untuk berkhidmah di PCNU Kota Tangerang Selatan,” kata Gus Mas’ud.
Menurutnya, memasuki abad kedua NU, kader dan pengurus tidak cukup hanya mengikuti perkembangan zaman. NU, kata dia, harus mampu mengambil peran sebagai pihak yang menciptakan perubahan. “Kami tidak cukup menjadi user. Kami harus menjadi creator, innovator, dan problem solver,” tuturnya.
Gus Mas’ud menjelaskan, tujuh arah khidmat tersebut bertumpu pada tiga agenda utama, yakni menguatkan jamiyah, memberdayakan jamaah, serta ikut membangun peradaban bangsa.
Pada aspek penguatan jamiyah, PCNU Tangsel akan memprioritaskan konsolidasi organisasi. Menurut Gus Mas’ud, besarnya jumlah warga NU harus diimbangi dengan tata kelola organisasi yang kuat.
“Kami ingin membangun PCNU Tangsel menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, tetapi tetap berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Modernitas tidak boleh membuat NU kehilangan ruhnya,” ujarnya.
Sementara, pemberdayaan jamaah akan diarahkan agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Keberhasilan PCNU, menurut Gus Mas’ud, tidak semata diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar.
Arah berikutnya adalah membangun kemandirian ekonomi. PCNU Tangsel berencana mengembangkan ekosistem ekonomi yang menghubungkan berbagai potensi warga NU, mulai dari pengusaha, profesional, UMKM, pesantren hingga koperasi.
“Karena itu, lima tahun ke depan, kami harus serius membangun ekosistem ekonomi NU Tangsel. Kami harus menghubungkan pengusaha NU, profesional, UMKM, pesantren, koperasi, lembaga keuangan syariah, filantropi, wakaf produktif, dan potensi ekonomi jamaah,” jelasnya.
Selain ekonomi, pendidikan dan peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting dari arah khidmat PCNU Tangsel. Gus Mas’ud menilai kualitas generasi muda akan menjadi salah satu penentu perjalanan NU pada abad keduanya.
“Kami ingin anak-anak NU tidak hanya menjadi penonton perubahan. Mereka harus hadir di kampus-kampus terbaik,” katanya.
PCNU Tangsel juga akan mendorong transformasi digital sebagai bagian dari adaptasi organisasi terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan, komunikasi, dan dakwah organisasi.
Penguatan pesantren dan tradisi keagamaan juga menjadi perhatian. Menurut Gus Mas’ud, pesantren tetap memiliki posisi penting dalam menjaga kesinambungan nilai dan tradisi NU. “Pesantren harus tetap menjadi jantung peradaban NU. Majelis taklim harus hidup. Lailatul Ijtima’ harus kuat. Tradisi keagamaan harus diwariskan. Sanad keilmuan harus dijaga. Aswaja An-Nahdliyah harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” tegasnya.
Sementara, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menilai, NU memiliki kontribusi besar dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, peran NU tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga turut menjaga kebangsaan dan harmoni sosial.
“Pemkot meyakini pembangunan tak hanya fisik tapi juga karakter masyarakat, SDM dan spiritual masyarakat. Kami harap sinergi akan terjalin erat dalam berbagai program pembangunan pendidikan, kesehatan, pembinaan generasi muda dan kemasyarakatan,” kata Benyamin.
Benyamin berharap kepengurusan PCNU Tangsel periode 2026-2031 dapat terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan masyarakat sekaligus menjawab berbagai tantangan sosial yang berkembang.(dra)
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




