Semua Bergerak Bantu Korban Gempa NTT
NTT - Gempa bumi dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menewaskan 68 orang, merusak sejumlah infrastruktur, dan menyebabkan ribuan warga mengungsi. Pemerintah pusat dan daerah bersama TNI-Polri bergerak cepat untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses penanganan dan pemulihan.
Gerak cepat dilakukan untuk memastikan masa tanggap darurat berjalan secara terkoordinasi. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga turun langsung ke wilayah terdampak untuk memantau kondisi lapangan serta mempercepat distribusi bantuan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, Pemerintah sejak awal kejadian langsung bergerak ke NTT untuk memetakan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan,” ujar Pratikno seusai mengikuti Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Ruteng, NTT, Senin (17/8/2026).
Menurut Pratikno, penanganan dilakukan dengan pembagian tugas di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan logistik diarahkan ke daerah yang membutuhkan, mulai Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah yang masih terisolasi seperti Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Bantuan korban untuk gempa NTT. Foto : Ist
“Kita bagi tugas untuk mengawal sesuai dengan tupoksi dan mengawal isu-isu krusial di daerah tersebut. Tapi kami akan terus berkoordinasi walaupun kita di tempat yang berbeda,” katanya.
Kementerian Sosial (Kemensos) turut memperkuat penanganan dengan mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), bantuan logistik, tenda, dan dapur umum.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi.
“Sudah dua hari ini Wakil Menteri Sosial bersama rombongan, yang dipimpin oleh Kemenko PMK, berada di lapangan untuk memberikan dukungan-dukungan yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul.
Hingga Senin, Kemensos menyiapkan 48 ton beras dan 5.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak di Nagekeo, Sikka, Manggarai, dan Ngada. Sebanyak 3.500 paket di antaranya telah disalurkan.
Dukungan pangan juga diberikan melalui dapur umum yang beroperasi di Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Tiga titik tambahan disiapkan di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende untuk memperluas pelayanan.
Bantuan juga datang dari TNI-Polri. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, kebutuhan sederhana seperti cangkul, sekop, dan toren air sangat penting dalam kondisi darurat.
“Kadang-kadang orang lupa masalah hal kecil, cangkul, sekop, ya. Masalah toren air, itu yang penting,” ujar Maruli di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Polri turut mengirimkan bantuan dari sejumlah wilayah. Polda Metro Jaya mengerahkan 12 truk berisi air mineral, makanan siap saji, makanan bayi, selimut, sarung, alas tidur, dan terpal.
Di daerah, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung 15 hingga 28 Agustus 2026.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama.
Seluruh sumber daya diarahkan untuk mendukung pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan, penyediaan tempat pengungsian, pemulihan akses transportasi dan infrastruktur, serta penanganan dampak bencana lainnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan Pemerintah telah mengerahkan sumber daya logistik dan armada untuk mempercepat distribusi bantuan serta pemulihan di wilayah terdampak.
Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menyalurkan bantuan, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden, menuju dua posko utama di NTT, yakni Labuan Bajo dan Maumere.
Posko Labuan Bajo melayani kebutuhan wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere menjadi pusat distribusi untuk Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi, BNPB mengerahkan armada darat, laut, dan udara. Enam pesawat disiagakan di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere. Helikopter juga dipersiapkan untuk mendukung evakuasi medis.
Jalur darat diperkuat dengan truk logistik, sedangkan akses laut dibantu kapal Pelni dan kapal feri untuk menjangkau wilayah kepulauan, termasuk Palue.
“Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami,” ujar Suharyanto.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan akses jalan, listrik, dan jaringan telekomunikasi di lokasi bencana berangsur pulih. Tim gabungan masih bersiaga di tujuh kabupaten terdampak untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Secara umum, jalan-jalan di NTT sudah dapat dilalui meski masih terbatas. Kondisi kelistrikan juga terus membaik, terutama di wilayah Flores Barat dan Flores Timur.
Korban Bertambah
Di tengah proses pemulihan, Pemerintah kembali memperbarui data korban. Hingga informasi terakhir, sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka.
Sebanyak 26 korban meninggal berasal dari Manggarai, 24 dari Manggarai Timur, delapan dari Nagekeo, empat dari Sikka, dua dari Ende, dua dari Manggarai Barat, dan dua dari Ngada.
Pemerintah masih memantau perkembangan jumlah korban karena proses pencarian dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak terus berlangsung.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Galeri | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu








