TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Maria Teresa Bagikan 2.500 Buku Untuk Perkuat Literasi Pelajar Tangsel

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:28 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Maria Teresa Suhardja bagi-bagi buku untuk Srkolah di Tangsel. Foto : Ist
Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Maria Teresa Suhardja bagi-bagi buku untuk Srkolah di Tangsel. Foto : Ist

CIPUTAT - Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Maria Teresa Suhardja membagikan ribuan buku kepada sejumlah sekolah di wilayah Tangsel. Program kepedulian terhadap literasi yang digagasnya itu sudah memasuki tahun kedua. Sebanyak 2.500 buku disalurkan kepada sekolah-sekolah di Tangsel pada Rabu (19/8).


Program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan budaya membaca sekaligus peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda.


Program berbagi buku ini telah dijalankan Maria sejak 2025. Tahun ini, kegiatan tersebut kembali dilanjutkan dengan menggunakan dana pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.


Maria mengatakan, akses terhadap buku menjadi salah satu hal penting dalam membantu anak-anak memperluas wawasan. Menurutnya, buku dapat menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu membentuk karakter.


“Saya ingin anak-anak di Tangsel memiliki semakin banyak akses terhadap buku. Semoga buku-buku ini dapat menambah wawasan, menumbuhkan minat baca, dan menjadi bagian kecil dari upaya kita membangun generasi yang lebih cerdas dan berkarakter,” ujar Maria Teresa.


Ia berharap buku-buku yang disalurkan tidak hanya tersimpan di perpustakaan sekolah, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh para siswa untuk membaca dan belajar.


Menurut Maria, peningkatan budaya literasi tidak dapat dibebankan kepada sekolah maupun pemerintah saja. Peran orang tua, masyarakat, dan berbagai pihak juga diperlukan agar kebiasaan membaca dapat tumbuh secara berkelanjutan.


“Budaya literasi membutuhkan dukungan bersama. Sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk mendorong anak-anak semakin dekat dengan buku,” katanya.


Ia menilai, kebiasaan membaca sejak usia sekolah dapat menjadi salah satu modal penting bagi anak dalam menghadapi perkembangan zaman dan tuntutan pendidikan di masa mendatang.


Selain memberikan buku, program tersebut juga diharapkan dapat mendorong sekolah untuk terus mengembangkan lingkungan belajar yang mendukung aktivitas membaca siswa.


Maria menegaskan, kepeduliannya terhadap pendidikan dan literasi tidak berhenti pada pelaksanaan program selama satu tahun. Ia berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


“Karena setiap buku yang dibaca hari ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita,” kata Maria.
Memasuki tahun kedua, ia berharap program berbagi buku tersebut dapat menjangkau semakin banyak siswa dan sekolah di Tangsel.


Maria juga berharap kehadiran buku-buku baru dapat memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam bagi pelajar, sehingga aktivitas membaca tidak dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan menjadi kebiasaan yang menyenangkan.


Dengan dukungan berbagai pihak, ia optimistis budaya literasi di Tangsel dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, serta karakter yang kuat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit