KRL Tertemper Avanza di Perlintasan Tanpa Palang, Mobil Boks Ikut Hantam Tiang
JAKARTA — KAI Commuter mengungkap kronologi kecelakaan yang melibatkan Commuterline KA 2237A dengan Toyota Avanza di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Jalan Rumah Sakit Paru-Paru, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (23/8/2026).
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.08 WIB. Saat itu, Commuterline KA 2237A tengah melaju dari Stasiun Tanjung Priok menuju Stasiun Jakarta Kota.
Di lokasi kejadian, sebuah Toyota Avanza melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Kendaraan tersebut kemudian tertemper rangkaian KRL.
“Terjadi kondisi Commuterline KA 2237A tertemper kendaraan roda 4,” kata Karina.
Toyota Avanza diketahui hendak masuk ke Jalan Rumah Sakit Paru-Paru dari arah Jalan Raya RE Martadinata. Akses menuju jalan tersebut mengharuskan kendaraan melintasi rel kereta api di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.
Benturan dengan KRL menyebabkan bagian depan Avanza rusak. Kaca kendaraan pecah dan pintu depan sebelah kiri mengalami kerusakan cukup berat. Seorang penumpang perempuan di dalam mobil dilaporkan mengalami luka ringan dan masih dalam kondisi syok.
Usai kejadian, petugas KAI Commuter bersama aparat penegak hukum langsung melakukan penanganan dan evakuasi. Pengemudi kendaraan kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Tak berhenti di situ, Avanza yang tertemper KRL juga menabrak mobil boks Suzuki Carry yang sedang terparkir di sisi rel. Mobil boks tersebut terdorong hingga bagian depannya membentur tiang listrik kereta api.
Karina memastikan petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian Commuterline KA 2237A setelah insiden.
“Untuk rangkaian Commuterline KA 2237A telah dilakukan pengecekan oleh petugas kami dan dapat melanjutkan perjalanan kembali,” ujarnya.
KAI Commuter menyebut insiden tersebut tidak sampai mengganggu perjalanan KRL maupun kereta api lainnya. Setelah proses penanganan dilakukan, perjalanan kereta dapat kembali berlangsung.
KAI Commuter juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu.
Karina meminta pengemudi kendaraan bermotor selalu mematuhi aturan keselamatan dan memastikan kondisi sekitar aman sebelum melintasi rel kereta api.
“Kehati-hatian diperlukan karena perlintasan sebidang menjadi titik pertemuan antara arus kendaraan dan perjalanan kereta yang memiliki prioritas serta jarak pengereman panjang,” pungkasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 22 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu








