TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

2.042 Warga Tangsel Terdampak Kekeringan Periode Juli-Agustus

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:33 WIB
KEKERINGAN. Petugas BPBD saat menyalurkan air bersih ke sejumlah titik kekeringan di Tangsel.
KEKERINGAN. Petugas BPBD saat menyalurkan air bersih ke sejumlah titik kekeringan di Tangsel.

 

 

SETU-Sejak 8 Juli hingga 24 Agustus 2026, terjadi kekeringan di 19 titik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dari jumlah itu terbanyak di Kecamatan Setu.

 

 “Berdasarkan rekapitulasi penanganan bencana kekeringan periode 8 Juli sampai 24 Agustus 2026, terdapat 19 titik kekeringan yang tersebar di beberapa wilayah,” ujar Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan pada Selasa (25/8).

 

 Dari total tersebut, 15 titik berada di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Titik-titik tersebut tersebar di RT 002/001, RT 004/002, RT 001/001, RT 013/005, RT 003/001, RT 006/002, RT 005/002, RT 012/005, RT 009/005, RT 009/004, RT 011/005, RT 010/005, RT 014/003, RT 008/003, dan RT 010/004.

 

 Sementara, dua titik lainnya berada di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, yakni di UPTD SDN 02 Kademangan dan RT 006/002.

 

 “Kemudian satu titik berada di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, tepatnya di RT 001/001. Satu titik lainnya berada di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, di RT 006/004,” jelasnya.

 

 Dengan demikian, total terdapat 19 titik kekeringan yang saat ini menjadi perhatian dalam penanganan BPBD Tangsel.

 

 Dian menyebut, kondisi tersebut berdampak terhadap 421 kepala keluarga (KK) atau 2.042 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD terus melakukan distribusi air bersih ke lokasi-lokasi terdampak. “Total air bersih yang sudah didistribusikan mencapai 558.550 liter,” katanya.

 

 Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di masing-masing titik. BPBD juga terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan pasokan air bersih.

 

 Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan bencana kekeringan, terutama bagi warga yang mengalami keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit