TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hotspot Sumatera Menurun, Karhutla Kalimantan Terus Dijinakkan

Reporter & Editor : AY
Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:56 WIB
Kebakaran hutan di Kalimantan. Foto : Ist
Kebakaran hutan di Kalimantan. Foto : Ist

JAKARTA – Titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera mulai menurun. Sebaliknya, karhutla di Kalimantan masih menjadi perhatian karena ribuan titik panas terus bermunculan.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi salah satu wilayah dengan hotspot tinggi.

 Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan per 27 Agustus 2026, titik panas di Kalteng mencapai 4.359 titik, dengan luas lahan terbakar lebih dari 7.634 hektare.


Di Kalimantan Selatan, hotspot juga bertambah 262 titik menjadi 1.079 titik. Sementara itu, kualitas udara di Palangka Raya masuk kategori berbahaya. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 494,9 μg/m³.


Di Sumatera, BMKG Pekanbaru mendeteksi 1.339 hotspot pada Jumat (28/8). Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 883 titik, disusul Riau 174 titik dan Jambi 113 titik.


Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara. Kementerian Kehutanan mengerahkan 1.000 personel Polisi Kehutanan untuk memperkuat patroli dan deteksi dini.


TNI juga membentuk satuan tugas khusus untuk pencegahan karhutla.

 Selain itu, TNI AU mengerahkan tiga pesawat Casa NC-212 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca di Kalimantan.
Penanganan karhutla turut melibatkan BNPB, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dari sisi penegakan hukum, Bareskrim Polri telah menetapkan 89 orang sebagai tersangka kasus karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Polisi juga menangani 189 laporan terkait kasus tersebut.


Karhutla juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan mencatat 4.082 kasus ISPA hingga 27 Agustus 2026, sementara secara kumulatif sepanjang Juli-Agustus mencapai sekitar 13.500 kasus.
Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit