TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

76 Anak Dari Tangsel Dikirim Ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Pandeglang

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 31 Agustus 2026 | 07:16 WIB
SEKOLAH RAKYAT. Pemkot Tangsel melepas keberangkatan 76 pelajar ke Sekolah Rakyat di Pandeglang.
SEKOLAH RAKYAT. Pemkot Tangsel melepas keberangkatan 76 pelajar ke Sekolah Rakyat di Pandeglang.

CIPUTAT-Sekitar 76 anak asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersiap menjadi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Mereka merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

 

 Pelepasan keberangkatan para pelajar itu berlangsung di lingkungan Pemkot Tangsel pada Jumat (28/8). Setelah dilepas, rombongan langsung diberangkatkan menuju lokasi Sekolah Rakyat di Pandeglang.

 

 Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel, Heli Slamet mengatakan, seluruh pelajar yang diberangkatkan merupakan warga Tangsel yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2. Mereka sebelumnya telah melalui proses verifikasi dan validasi data untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria penerima program.

 

 "Jadi kita melakukan penjangkauan kepada Desil 1 Desil 2 yang mempunyai anak usia sekolah. Dan itu ada tim kita dari pendamping PKH untuk menjangkau itu. Kalau sudah, ini sudah di-SK-kan. Kalau yang 76 ini sudah di-SK-kan," ujar Heli, Sabtu (29/8).

 

 Dari total 76 siswa, sebanyak 16 orang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Dasar (SRD). Kemudian 30 siswa berada di jenjang Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), sedangkan 30 siswa lainnya mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

 

 Heli menuturkan, proses penjaringan dilakukan dengan menyasar keluarga yang berada pada kelompok kesejahteraan terbawah dan memiliki anak usia sekolah. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) turut dilibatkan untuk melakukan penjangkauan kepada keluarga yang memenuhi kriteria.

 

 Mayoritas siswa yang mengikuti program tersebut berasal dari keluarga dengan pekerjaan orang tua di sektor informal. Di antaranya buruh lepas, pengemudi ojek online, hingga pekerja bangunan yang umumnya tidak memiliki penghasilan tetap.

 

 Sebelum ditetapkan sebagai peserta, siswa dan orang tua juga mengikuti proses wawancara. Tahapan tersebut sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada keluarga mengenai sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, termasuk pola pendidikan dan fasilitas yang diberikan.

 

 Menurut Heli, keikutsertaan siswa dalam program tersebut dilakukan atas dasar kesediaan dari keluarga. Pasalnya, selain mengikuti kegiatan belajar, para siswa juga akan tinggal di asrama selama menjalani pendidikan.

 

 "Ya, kita tetap ada wawancara. Sifatnya kan ini harus ada kerelaan. Kita wawancara, kita edukasi bahwa dari segi fasilitas, sekolah ini memang sekolah unggulan untuk kaum yang ada di desil terendah, Desil 1 Desil 2," jelasnya.

 

 Para siswa tidak perlu menanggung biaya pendidikan maupun kebutuhan pokok selama mengikuti program. Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari asrama, makanan dan minuman, hingga seragam sekolah.

 

 Dengan fasilitas tersebut, siswa hanya perlu membawa kebutuhan pribadi saat berangkat ke sekolah. Seluruh kebutuhan yang berkaitan dengan proses pendidikan dan kehidupan selama berada di asrama telah disiapkan oleh pemerintah.

 

 "Fasilitasinya kan semua, dari mulai makan, asrama, semuanya biayanya ditanggung oleh pemerintah. Bawa badan aja, hanya untuk keperluan pribadi. Semuanya seragam sudah disediakan di sana. Makan, minum, semuanya sudah disediakan oleh pemerintah," ungkap Heli.

 

  Sesampainya di Cadasari, dilakukan proses serah terima siswa kepada pihak Sekolah Rakyat Terintegrasi. Heli memastikan seluruh 76 pelajar asal Tangsel kini telah berada di lokasi tersebut untuk menjalani pendidikan.

 

 "Sudah kita pelepasan di Pemkot Jumat Kemarin. Kita antar langsung empat bus, karena didampingi juga dari orang tuanya satu orang. Acara serah terimanya sudah di sana, di Pandeglang," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit