TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Capaian CKG Tangsel Tembus 53 Persen, Hipertensi dan Diabetes Jadi Temuan Terbanyak

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 31 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

PONDOK AREN  — Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan capaian positif. Hingga Senin (31/8), sekitar 53 persen penduduk Tangsel tercatat telah mengikuti program pemeriksaan kesehatan tersebut.

 

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan mulai meningkat. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini penting dilakukan agar potensi penyakit dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti.

 

Dalam kunjungannya pada pelaksanaan CKG di Kecamatan Pondok Aren, Andra Soni bersama Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo, Wakil Ketua DPRD Tangsel Maria Teresa, serta jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan Kota Tangsel menyempatkan diri menyapa masyarakat yang tengah menjalani pemeriksaan.

 

Andra juga memberikan motivasi kepada warga agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan dan menjadikan pemeriksaan rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

 

Dia menjelaskan, hasil pemeriksaan CKG yang menemukan adanya indikasi penyakit dapat langsung ditindaklanjuti melalui fasilitas kesehatan milik pemerintah. Di Tangsel, terdapat 35 puskesmas dan tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

 

"Tentu ya, kalau di provinsi Banten, di kota Tangerang Selatan ada 35 fasilitas puskesmas. Ada 3 RSUD yang dikelola oleh pemerintah kota Tangerang Selatan. Jadi setiap masyarakat yang ingin menindaklanjuti penemuan atau temuan penyakitnya, itu bisa langsung ke puskesmas atau ke fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah," kata Andra.

 

Dari hasil pemeriksaan yang telah berjalan, Andra menyebut terdapat sejumlah penyakit yang cukup banyak ditemukan. Dua di antaranya adalah hipertensi dan diabetes melitus.

 

"Ya beragam, tapi ada 2 yang menonjol, yakni diabetes dan hipertensi. Nah 2 hal ini adalah penyebab utama daripada komplikasi dan 2 hal ini bisa dikendalikan. Jadi yang penting masyarakatnya tahu bahwa mereka punya potensi hipertensi, punya potensi diabetes melitus dan silakan berkonsultasi di puskesmas atau di fasilitas yang ada di wilayah," ujarnya.

 

Sementara itu, Benyamin mengatakan capaian 53 persen tersebut menunjukkan respons masyarakat terhadap program CKG cukup baik. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel pun menyiapkan layanan lanjutan bagi warga yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan penanganan.

 

"Ya Alhamdulillah seperti tadi disampaikan oleh Bapak Gubernur, jadi sampai dengan hari ini sudah 53% dari jumlah penduduk Tangerang Selatan, itu sudah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Itu ada beberapa penyakit yang menonjol seperti tadi disampaikan, hipertensi paling tinggi, kemudian juga diabetes, kemudian juga ada gejala depresi," kata Benyamin.

 

Menurut Benyamin, temuan hipertensi dan diabetes mendominasi hasil pemeriksaan, terutama pada kelompok usia dewasa. Sementara indikasi gejala depresi lebih banyak ditemukan pada kelompok anak-anak, meski jumlahnya tidak terlalu besar.

 

Ia menjelaskan, indikasi tersebut diketahui melalui sejumlah pertanyaan dalam proses pemeriksaan. Faktor pemicunya pun beragam, salah satunya berkaitan dengan persoalan psikologis yang dialami anak.

 

"Kalau depresi kebanyakan anak-anak, nggak terlalu banyak sih, tapi ditemukan gejala seperti itu," ujarnya.

 

Benyamin menambahkan, Pemkot Tangsel telah menyiapkan puskesmas dan rumah sakit untuk memberikan pelayanan lanjutan. Dengan cakupan Universal Health Coverage (UHC) dan kepesertaan BPJS Kesehatan yang telah mencapai lebih dari 99 persen, masyarakat diharapkan tidak kesulitan mendapatkan penanganan setelah menjalani CKG.

 

"Dan tindak lanjutnya setelah ini kita persiapkan di rumah sakit dan di buskesmas kita, karena UHC kita, BPJS Kesehatan kita sudah meng-cover 99% lebih. Jadi tinggal nanti masyarakat datang ke puskesmas, atau nanti konsultasi melalui ngider sehat premium yang akan datang ke rumah masing-masing," jelasnya.

 

Benyamin memastikan kesiapan pelayanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tenaga kesehatan, tetapi juga ketersediaan obat-obatan. Sebanyak 35 puskesmas di Tangsel telah diarahkan untuk siap menerima masyarakat yang membutuhkan tindak lanjut hasil pemeriksaan CKG.

 

"Sudah, kita 35 puskesmas sudah kita instruksikan untuk siap, termasuk dengan tenaga kesehatan dan obat-obatannya, demikian juga dengan RSUD," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit