TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dasco Ungkap Modus 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dijanjikan Gaji Besar

Reporter & Editor : AY
Selasa, 01 September 2026 | 18:05 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Foto : Ist
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Foto : Ist

JAKARTA — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkap dugaan perekrutan delapan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara Rusia. Para WNI tersebut diduga direkrut melalui modus penawaran pekerjaan sipil dengan iming-iming gaji besar.


Menurut Dasco, perekrutan dilakukan melalui negara pihak ketiga. Para WNI awalnya ditawari pekerjaan yang disebut sebagai tenaga keamanan atau administrasi. Namun, setelah mengikuti proses perekrutan, mereka justru dikirim untuk bergabung sebagai tentara.


“Kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa rekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar,” kata Dasco dalam konferensi pers di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).


Dasco menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima pemerintah, para WNI tersebut tidak mengetahui sejak awal bahwa pekerjaan yang ditawarkan akan berujung pada keterlibatan mereka sebagai tentara.


“Para WNI ini kemudian mendaftar, hingga akhirnya dikirim untuk menjadi tentara,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.


Pemerintah Lakukan Antisipasi
Dasco menegaskan pemerintah telah mengambil langkah antisipasi setelah memperoleh informasi mengenai dugaan perekrutan tersebut.


Otoritas intelijen bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan koordinasi untuk menangani persoalan tersebut, termasuk dengan mengirimkan utusan ke negara-negara terkait.


“Saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut,” tutur Dasco.


Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kembali adanya WNI yang menjadi korban perekrutan dengan kedok pekerjaan sipil.


Pemerintah juga diharapkan dapat memastikan perlindungan terhadap para WNI serta memperoleh kejelasan mengenai keberadaan dan kondisi mereka.

 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit