TK hingga SMP di Tangsel Terapkan PJJ, Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
CIPUTAT – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memutuskan seluruh satuan pendidikan mulai jenjang TK, SD hingga SMP menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Senin (7/9). Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai terasa di seluruh wilayah Tangsel.
PJJ diberlakukan hanya selama satu hari. Pemkot Tangsel akan memantau perkembangan kondisi dan melakukan evaluasi pada Senin sore sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, keputusan penerapan PJJ telah ditetapkan melalui rapat terbatas tingkat kota pada Minggu (6/9). Kebijakan tersebut menjadi langkah kehati-hatian pemerintah untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan sekolah.
"Benar, barusan diputuskan dalam rapat terbatas tingkat kota," kata Benyamin, Minggu (6/9).
Menurutnya, kebijakan PJJ untuk sementara hanya berlaku satu hari. Kondisi di lapangan akan terus dipantau untuk melihat perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum Pemkot Tangsel menentukan langkah berikutnya.
"Iya untuk 1 hari, sambil sorenya akan evaluasi lagi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Deden Deni membenarkan adanya perubahan pola pembelajaran bagi seluruh sekolah pada jenjang TK, SD dan SMP.
"Update terbaru, seluruh TK, SD, SMP di Tangsel PJJ besok (Senin). PJJ hanya sehari sambil menunggu perkembangan selanjutnya," jelasnya.
Keputusan tersebut diambil setelah abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terpantau di wilayah Tangsel. Sejak Minggu (6/9) pagi, sejumlah warga melaporkan adanya abu yang menempel pada kendaraan maupun permukaan benda di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah karena paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan dan mata. Anak-anak yang melakukan aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel telah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Dinas Kesehatan Kota Tangsel juga mengingatkan masyarakat agar melindungi saluran pernapasan dan mata dari paparan abu vulkanik. Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, sementara masker medis dapat digunakan apabila N95 tidak tersedia.
Warga juga diminta menggunakan kacamata pelindung, terutama ketika berada di luar ruangan. Apabila abu menyebar cukup tebal, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam ruangan dan membersihkan mata maupun hidung dengan air bersih jika terkena paparan.
Dengan penerapan PJJ selama satu hari, kegiatan belajar mengajar bagi siswa tetap dapat berlangsung dari rumah. Pemkot Tangsel selanjutnya akan melihat perkembangan kondisi pada Senin sore untuk menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.
Evaluasi tersebut akan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik serta situasi lingkungan di wilayah Tangsel, sehingga keputusan mengenai pembelajaran tatap muka dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Nasional | 15 jam yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 14 jam yang lalu




