ASDP Pastikan Penyeberangan Merak-Bakauheni Normal, Keselamatan Jadi Prioritas
MERAK - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengoptimalkan layanan penyeberangan lintasan Merak-Bakauheni di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berdampak terhadap sejumlah layanan transportasi.
ASDP memastikan operasional penyeberangan Merak-Bakauheni saat ini tetap berjalan normal. Meski demikian, langkah antisipatif terus dilakukan dengan memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan lingkungan perairan serta memastikan kesiapan armada dan petugas di lapangan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan keselamatan dan keamanan pengguna jasa serta pelayaran menjadi prioritas utama perusahaan.
“Keselamatan pengguna jasa dan pelayaran merupakan prioritas utama kami. Dalam situasi pascaaktivitas GAK, kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan regulator serta BMKG agar setiap keputusan operasional dapat dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan,” ujar Heru dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Pada Minggu (6/9/2026), operasional penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni masih berlangsung normal. Dari sisi Merak, sebanyak 32 kapal disiapkan untuk melayani pengguna jasa, sedangkan dari sisi Bakauheni terdapat 28 kapal yang beroperasi.
ASDP juga terus berkoordinasi dengan regulator, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau perkembangan kondisi cuaca, perairan, dan aktivitas gunung api.
Dari sisi produksi layanan, Cabang Merak mencatat 32.280 penumpang dan 8.629 kendaraan pada Jumat (4/9/2026). Jumlah tersebut turun menjadi 28.826 penumpang dan 8.075 kendaraan pada Sabtu (5/9/2026).
Volume kendaraan pada Sabtu tercatat turun sekitar 6,42 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Meski terjadi penurunan, layanan penyeberangan tetap berjalan dengan baik sesuai kondisi operasional.
Sementara itu, Cabang Bakauheni mencatat 1.361 penumpang dan 7.371 kendaraan pada Jumat (4/9/2026). Pada Sabtu (5/9/2026), jumlahnya mencapai 1.365 penumpang dan 6.736 kendaraan.
Sebagai langkah antisipatif terhadap kondisi lingkungan pascaaktivitas GAK, ASDP pada Minggu (6/9/2026) siang turut membagikan masker kepada kru KMP Jatra III serta pengguna jasa yang naik dan turun dari kapal tersebut.
Masker diberikan sebagai bentuk perlindungan, khususnya untuk mengantisipasi paparan debu atau abu vulkanik di sekitar wilayah operasional.
ASDP mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan jasa penyeberangan agar mempersiapkan perjalanan dengan baik serta memantau informasi resmi mengenai kondisi cuaca dan perkembangan aktivitas gunung api sebelum berangkat.
Pengguna jasa juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan perjalanan apabila terjadi perubahan kondisi yang berpotensi mengganggu keselamatan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengutamakan keselamatan. Pastikan tiket dan perjalanan telah dipersiapkan dengan baik, pantau informasi resmi sebelum berangkat, dan ikuti seluruh ketentuan serta arahan petugas selama berada di area pelabuhan maupun kapal,” kata Heru.
“Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan terus hadir memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” pungkasnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu




